Puisi-Puisi Indra Tjahyadi

suarakarya-online.com

Musim Hanya Tinggal Gempa

Mayat ingatanku yang menginsyafi badai
mengganyangi kupu-kupu. Seratus siulan pelangi melesat
Dari balik mendung, berserapah pada rindu. Serupa
tikus, aku impikan keremajaanmu,
tapi tanpa sorban, pengetahuanku dekaden
dikuliti laknat hantu-hantu. Seratus kejemuan
yang diriwayatkan perusuh menemukan kota-kota
khayalanku yang hangus. Continue reading “Puisi-Puisi Indra Tjahyadi”

ALUR PEMIKIRAN KRITIK SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Tradisi ilmiah dan kehidupan intelektual di negeri ini, mesti diakui, masih centang-perenang. Para dosen dan peneliti kita terpaksa harus menggunakan kata nyambi dan cawe-cawe sekadar untuk menghidupi asap dapurnya. Meski begitu, masih banyak di antaranya yang tetap setia dan bertanggung jawab pada profesi. Mereka juga tidak melupakan peran sosialnya dengan bekerja dan berkarya. Bagaimana hasilnya, masyarakat yang kelak menilainya. Continue reading “ALUR PEMIKIRAN KRITIK SASTRA INDONESIA”

KERAJINAN GERABAH PENAKAK; Warisan Nenek Moyang

In Pancor Lombok Timur

Janual Aidi

“Ketika kita mendapati bahwa ada beberapa kebudayaan, bukan hanya satu dari itu-itu saja, pada saat kita mengetahui akhir dari monopoli budaya itu, baik dia ilusi atau nyata, kita terancam oleh kehancuran temuan kita sendiri. Tiba-tiba ada kemungkinan bahwa ada yang lain, dan bahwa kita sendiri adalah ’yang lain’ diantara uang lain itu. Setelah semua makna dan setiap tujuan musnah ada kemungkinan untuk menjelajahi peradaban seolah-oleh dilakukan dengan melewati jejak dan reruntuhan. Selutuh umat manusia menjadi museum imajiner: kemana kita pergi diakhir pekan ini-mengunjungi reruntuhan Angkor atau berjalan-jalan santai Tivoli Copenhagen? Continue reading “KERAJINAN GERABAH PENAKAK; Warisan Nenek Moyang”

Bahasa »