Ann dan Saya: Sebuah Perjumpaan

Abdul Aziz Rasjid

Sepanjang pementasan dari dua kelompok teater yang semalam saya tonton di gedung KORPRI Purwokerto dalam acara bertajuk Festifal Teater Banyumas, saya hanya dapat mengingat beberapa kejadian. Awal mula ketika saya tiba: meja, kursi, tangga berkali-kali diangkut dan dikeluarkan dari atas panggung. Pada pementasan kedua, seorang laki-laki bunuh diri sebelum saya memilih untuk pergi minum kopi bersama Ann dan beberapa teman. Continue reading “Ann dan Saya: Sebuah Perjumpaan”

Tubuh Ketiga Tarling-Dangdut

Nunuy Nurhayati
http://www.tempointeraktif.com/

Nama perempuan itu Santi Revaldi. Di kampungnya dia dikenal sebagai penyanyi organ tunggal. Santi bukan cuma pintar berdendang lagu-lagu dangdut. Ibu satu anak ini juga pintar bernyanyi kasidah. Bermodalkan suara merdu dan penampilan seksi, Santi berkelana dari panggung ke panggung mengumpulkan uang sawer dari penonton. Sebuah rumah sederhana dapat dibangun dari hasil kerja kerasnya. Continue reading “Tubuh Ketiga Tarling-Dangdut”

Pentas Puitis Teater Satu

Ags. Arya Dipayana
http://majalah.tempointeraktif.com/

Kalau saja jalanan itu tak pernah ada, mungkin
kau tak akan melintas di sana dan bertemu aku. Tetapi jalanan itu terlanjur ada, maka bermulalah semuanya-kisah-kisah itu: harapan dan kecemasan itu….

Teater bisa dibicarakan melalui dua pendekatan, yaitu sebagai gagasan dan sebagai tontonan. Gagasan-yang dalam hal ini bisa berupa naskah atau tafsir atas naskah-merupakan desain atau rancangan dari titik mana seorang sutradara memulai kerjanya dalam suatu proses produksi. Continue reading “Pentas Puitis Teater Satu”

Sosok yang Tak Pernah Datang

Ismi Wahid
http://www.tempointeraktif.com/

“Di manakah Tan Malaka? Dari mana ia datang? Kita tidak tahu dari mana ia datang. Mungkin ia tak pernah datang….”

Ia begitu menyendiri dan tersendiri. Tak banyak orang tahu di mana keberadaannya. Namanya masyhur dengan ketidakjelasannya. Semangatnya teguh, mencita-citakan revolusi demi tegaknya dunia baru. Bukan dunia “timur”, melainkan dunia tempat rasionalitas dipegang erat. Continue reading “Sosok yang Tak Pernah Datang”

Naskah Teater Satu Lampung Diboyong ke Jerman

Iwank
http://www.tempointeraktif.com/

Naskah “Nostalgia Sebuah Kota” karya Iswadi Pratama dari Teater Satu Lampung akan ditampilkan di Orangerie Theater, Koln, Jerman, pada 17-21 November 2009. Naskah yang diterjemahkan Sabine Mueller dari Koln sebagai “Nostalgie einer Stadt” itu dipentaskan sebagai bagian dari kolaborasi internasional antara seniman-seniman dari Jerman, Hungaria, Belanda, Afrika Selatan, dan Indonesia. Proyek ini ditaja oleh lembaga nirlaba KulturKontakt. Continue reading “Naskah Teater Satu Lampung Diboyong ke Jerman”

Bahasa ยป