Dendam Rembulan

S.W. Teofani

Adalah masa di mana kebenaran menyatakan halnya. Kejujuran menunjukan adanya. Tak ada yang mampu menutupi meski pintu dari baja. Tak ada tempat tersembunyi meski ceruk paling ciut. Aku ingin bertanya, pernahkah kau menyimpan dusta? Kemudian mencari pembenaran-pembenaran untuk menipiskan dosa. Merangkai kelopak-kelopak makna yang bisa menutupinya. Bersembunyi pada diri supaya tak ada yang melihatnya. Continue reading “Dendam Rembulan”

Sebuah Eksistensi Karya

Alizar Tanjung
Riau Pos, 8 Mei 2011

KETIKA ditanyakan kepada pengarang apakah itu penyair atau prosais bagi dirinya. Beragam jawaban muncul. Mereka mengatakan bagi saya mengarang itu adalah setabung air kopi. Saya meraciknya dengan memasukkan gula, bubuk pekat kopi, mencampurnya dengan air panas, kemudian mereduknya, tinggal candu dan saya menikmatinya. Bagi sebagian yang lain bagi mereka mengarang itu adalah hidupnya. Continue reading “Sebuah Eksistensi Karya”

Syair Burung Nuri: Cinta yang Kandas

UU Hamidy *
Riau Pos, 8 Mei 2011

Cinta dan Puisi

Syair dan juga hikayat dalam dunia Melayu Nusantara sebagian telah digubah berdasarkan peristiwa nyata dalam kehidupan. Hanya saja, karena sudah dalam bentuk karangan seni yang dijalin dengan kekuatan imajinasi, maka gambaran yang dipantulkannya lebih mengutamakan nilai estetik daripada nilai kenyataan. Begitulah, beberapa kenyataan peristiwa cinta yang dialami manusia dalam jalan hidupnya, juga sudah disyairkan. Continue reading “Syair Burung Nuri: Cinta yang Kandas”

Kesetiaan “Savitri” dan Retno Maruti

Putu Fajar Arcana
Kompas, 1 Mei 2011

…Tresna sejati menika kasetyan
Wujud pangurbanan
Nadyan cekak yuswa
Drenging nala nedya ambabar kabagyan

Savitri menembangkan dialog itu untuk menjawab ucapan Rsi Kaneka, yang mengabarkan calon suaminya Satyawan tak akan berumur panjang. Sang Rsi ingin agar Savitri mengurungkan niatnya menikah dengan putra raja Dyumatsena, yang terbuang di hutan karena kalah perang. Continue reading “Kesetiaan “Savitri” dan Retno Maruti”

Bahasa »