Puisi dan Dunia Maya

Soni Farid Maulana
pikiran-rakyat.com

PADA Kamis pertama bulan Mei 2011, laman Mata Kata kembali hadir dengan menampilkan puisi karya penyair Wahyu Goemilar (Bandung, Jawa Barat), Bunyamin F. Syarifudin (Bandung) dan Hudan Nur (Palu, Sulawesi Tengah). Seharusnya tampil pada hari Selasa kemarin, hanya karena ada masalah teknis, maka baru bisa disajikan pada saat ini. Continue reading “Puisi dan Dunia Maya”

Bahasa Indonesia, Film Nasional, dan Generasi Bangsa

(Makalah dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Himpunan Pembina Bahasa Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 16–18 Mei 2008)

Mahmud Jauhari Ali

Abstrak

Pada kenyataannya hanya sebagian saja dari seluruh orang Indonesia yang peduli dengan hidup matinya bahasa Indonesia. Sebagiannya lagi memilih tidak peduli. Sebagai warga negara Indonesia, kita selayaknyalah peduli dengan kehidupan dan perkembangan bahasa dan sastra Indonesia. Continue reading “Bahasa Indonesia, Film Nasional, dan Generasi Bangsa”

Dialog Kamar Mandi

Jauhari Zailani
http://www.lampungpost.com/

Malam itu dia terbangun oleh berisik orang berdiskusi. Begitu dekat suara orang ngobrol, ada lalu lintas pendapat. Kesadarannya menyangkal, tak masuk akal orang ngobrol di kamar mandi. Ini jelas kamar mandi pribadi, kamar mandi yang menyatu dengan kamar tidurnya. Tidak ada yang memakai kamar mandi ini selain dia. Tentu untuk mandi dan hajat yang lain. Bukan untuk diskusi. Apalagi tengah malam. Barangkali ada tamu di rumah tetangga, pikirnya. Atau mereka sedang nonton bola. Sudahlah tak mungkin ada orang ngobrol di kamar mandi. Dia berusaha melupakan dan tidur lagi, lelap lagi. Continue reading “Dialog Kamar Mandi”

Tamu Terhormat

Budi Saputra
http://www.lampungpost.com/

KAMI hanya bisa mengurut dada, menautkan geraham, dan menahan geram berkepanjangan. Kami tak bisa berbuat banyak. Kami hanya dipandang sebagai anak yang tahunya hanya sekolah dan membantu-bantu pekerjaan rumah. Sejak mereka mendapat cucu perdana dalam waktu berdekatan, wuih, maka mulailah mereka melebarkan sayap pemameran. Mereka tak henti-hentinya berpetualangan dari satu rumah ke rumah yang lain. Continue reading “Tamu Terhormat”

Pertarungan Terakhir

Hermawan Aksan
http://www.hariansumutpos.com/

Pada suatu malam gerimis, ketika dedaunan bugenvil menampar-nampar jendela kaca rumah, aku kehilangan tokoh utama ceritaku. Tiba-tiba alur kisah yang tengah kurangkai menjadi buntu, seperti menumbuk bidang datar yang pejal. Tema, konflik, deskripsi suasana, segalanya menjadi tanpa arah, tak ubahnya tersesat di hutan antah-berantah.
Ke mana dia? Continue reading “Pertarungan Terakhir”

Bahasa ยป