Posted by PuJa on May 31, 2011
Soni Farid Maulana http://www.pikiran-rakyat.com/ PADA Kamis pertama bulan Mei 2011, laman Mata Kata kembali hadir dengan menampilkan puisi karya penyair Wahyu Goemilar (Bandung, Jawa Barat), Bunyamin F. Syarifudin (Bandung) dan Hudan Nur (Palu, Sulawesi Tengah). Seharusnya tampil pada hari Selasa kemarin, hanya karena ada masalah teknis, maka baru bisa disajikan pada saat ini.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
(Makalah dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Himpunan Pembina Bahasa Indonesia di Yogyakarta pada tanggal 16–18 Mei 2008) Mahmud Jauhari Ali Abstrak Pada kenyataannya hanya sebagian saja dari seluruh orang Indonesia yang peduli dengan hidup matinya bahasa Indonesia. Sebagiannya lagi memilih tidak peduli. Sebagai warga negara Indonesia, kita selayaknyalah peduli dengan kehidupan dan perkembangan bahasa [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Jauhari Zailani http://www.lampungpost.com/ Malam itu dia terbangun oleh berisik orang berdiskusi. Begitu dekat suara orang ngobrol, ada lalu lintas pendapat. Kesadarannya menyangkal, tak masuk akal orang ngobrol di kamar mandi. Ini jelas kamar mandi pribadi, kamar mandi yang menyatu dengan kamar tidurnya. Tidak ada yang memakai kamar mandi ini selain dia. Tentu untuk mandi dan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Budi Saputra http://www.lampungpost.com/ KAMI hanya bisa mengurut dada, menautkan geraham, dan menahan geram berkepanjangan. Kami tak bisa berbuat banyak. Kami hanya dipandang sebagai anak yang tahunya hanya sekolah dan membantu-bantu pekerjaan rumah. Sejak mereka mendapat cucu perdana dalam waktu berdekatan, wuih, maka mulailah mereka melebarkan sayap pemameran. Mereka tak henti-hentinya berpetualangan dari satu rumah ke [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Hermawan Aksan http://www.hariansumutpos.com/ Pada suatu malam gerimis, ketika dedaunan bugenvil menampar-nampar jendela kaca rumah, aku kehilangan tokoh utama ceritaku. Tiba-tiba alur kisah yang tengah kurangkai menjadi buntu, seperti menumbuk bidang datar yang pejal. Tema, konflik, deskripsi suasana, segalanya menjadi tanpa arah, tak ubahnya tersesat di hutan antah-berantah. Ke mana dia?
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Ramadhan Batubara http://www.hariansumutpos.com/ Berbicara soal keluarga seperti tak ada habisnya. Seperti debu di kursi, meski sudah dibersihkan, tetap saja akan menempel lagi. Ya, dia terus hadir tanpa permisi dan tanpa diminta. Memang begitulah, kehidupan berkeluarga, meski sudah dikatakan menjadi satu oleh penghulu, tetap saja terdiri dari dua kepala kan? Dua kepala ini pun ternyata dilatarbelakangi [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
http://www.balipost.co.id/ Sunlie Thomas Alexander : komang ira di luar jendela, masihlah anak-anak menangkap bayang menunggu peri peri manis yang bertandang dengan coklat atau boneka menawan maka tak perlu risau mimpimu;
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
Kadek Wara Urwasi http://www.balipost.co.id/ Kian hitam matahari itu diluruhkan asap gumpal-gumpal lumat hempas sejuk pepohonan Duh, dewa… ini kami yang mulai sesak kehabisan udara kehabisan tanah
Filed under: Puisi