Sastrawan Gelandangan

Beni Setia
http://www.suarakarya-online.com/

TERMIN sastrawan/penulis gelandangan dalam tulisan ini dilansir Linda Sarmili lihat, “Mencermati Halaman Sastra di Media Massa”, Suara Karya 23 April, hal ikonisasi membuat saya termangu. Apa memang ada termin semacam itu? Atau itu hanya ungkapan berlarat-larat gaya Melayu yang di satu sisi mendhaifkan diri sendiri, serta (sekaligus) paradoksal mengunggulkan si sastrawan mapan. Continue reading “Sastrawan Gelandangan”

Penyair, Kembalilah ke Akarmu

Triyanto Triwikromo, Langgeng Widodo
http://www.suaramerdeka.com/

”SETIAP seniman pasti memiliki akar,” kata Goenawan Mohamad, sesaat sebelum Diskusi dan Pembacaan Puisi 18 Penyair Jawa Tengah, di Teater Arena, Taman Budaya Surakarta, yang berlangsung 27-28 Desember, berakhir.

Budayawan gaek tersebut menyatakan premis indah itu bukan untuk penyair, tetapi untuk para penari. Dia juga tak mengatakan di Teater Arena, tetapi di kantin sederhana. ”Akar itu tak mungkin kalian hilangkan. Continue reading “Penyair, Kembalilah ke Akarmu”

TELAAH METODE ANALISIS SASTRA JOHN WANSBROUGH TERHADAP AL-QURAN

Ahmad Syauqi Sumbawi *

Pendahuluan

Al-Qur’an merupakan salah satu kitab suci yang memiliki pengaruh yang luas dan mendalam terhadap jiwa manusia. Kitab ini telah digunakan kaum Muslimin untuk mengabsahkan perilaku, menjustifikasi berbagai peperangan, melandasi berbagai aspirasi, memelihara berbagai harapan, dan memperkuat identitas kolektif. Al-Qur’an juga digunakan dalam ibadah-ibadah publik dan pribadi kaum Muslimin, serta dilantunkan dalam berbagai acara resmi dan keluarga. Continue reading “TELAAH METODE ANALISIS SASTRA JOHN WANSBROUGH TERHADAP AL-QURAN”

Membaca Dermaga Tak Bernama: Upaya Menafsir Tanda*)

Djadjat Sudradjat
senimana.com

1
“MEMBACA” puisi, bagi saya, seringkali bukanlah pekerjaan “mudah”. Pengalaman saya menjadi Redaktur Budaya Media Indonesia pada 1990-an, sungguh sebuah beban yang amat berat. Tetapi, menyadari ini bagian dari “tugas budaya” selain tugas kantor, ini jadi kegembiraan juga selain kecemasan. Gembira karena kerap tamasya mengasyikan ketika bergumul dengan sekian banyak teks; cemas karena dihantui pertanyaan: adakah yang “terseleksi” dan dimuat di koran (edisi Minggu) tak dinegasi (pembaca)? Continue reading “Membaca Dermaga Tak Bernama: Upaya Menafsir Tanda*)”

Aktifitas Pertambangan Dalam Kaca Mata Sastrawan

Wahib Muthalib

“Saya fikir di setiap daerah hampir sama. Ketika ada industri pertambangan, pasti perusahaan dan Pemda (Pemerintah Daerah) setempat memberikan janji-janji kesejahteraan bagi masyarakat.”

Demikian pernyataan Bustan Basir Maras penulis cerpen “Ziarah Mandar” mengawali komentarnya tentang aktifitas pertambangan di Indonesia. Pria asli Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat ini mengatakan, persoalan yang timbul akibat aktifitas pertambangan bukanlah cerita baru. Continue reading “Aktifitas Pertambangan Dalam Kaca Mata Sastrawan”

Bahasa »