Nasionalisasi Singkatan

Salomo Simanungkalit
Kompas, 15 April 2011

AKHIRNYA semak hati menjumpai dan membaca naskah dengan judul bermuatan singkatan asing seperti CPO, CSR, dan MDGs kiriman penulis artikel untuk diterbitkan di koran. Inilah bukti bahwa dengan satu gerak globalisasi, bahasa Indonesia bertarung dengan bahasa Inggris. Bertarung bukan dalam medan bahasa, melainkan dalam modal, perbankan, perdagangan, komunikasi, komputer, perdapuran, dan lain-lain. Di situ bahasa dipertaruhkan. Continue reading “Nasionalisasi Singkatan”

Beograd Masih Ingat Bung Karno

Trias Kuncahyono
Kompas, 10 April 2011

PERJUMPAAN secara tak sengaja dengan Miroslavic di Kafe Insomnia semakin meyakinkan bahwa nama besar Bung Karno, presiden RI pertama, benar-benar tinggal di hati rakyat Beograd, Serbia. Barangkali juga Bung Karno tidak hanya dikenang di Beograd, tetapi juga di kota-kota lainnya di seluruh Serbia atau malahan di seluruh wilayah bekas Yugoslavia. Continue reading “Beograd Masih Ingat Bung Karno”

Bom Buku: Pelecehan Dunia Literasi

Sugiarti
Riau Pos, 3 April 2011

Hakikat Keberadaan Buku

Buku adalah jendela dunia. Melalui buku mata kita akan terbuka melihat indahnya sudut-sudut dunia yang mungkin saja tak pernah terjangkau oleh panca indra. Buku telah menjadi ruang khusus bagi kita untuk melongok menyaksikan kemajuan-kemajuan di seluruh penjuru dunia. Bagaimana orang bisa hidup kaya dan maju, hidup sukses layaknya warga negara-negara maju, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahun dan seterusnya, semuanya dapat kita peroleh melalui teman setia yang tak pernah marah dan bosan menemani kita, dialah buku. Continue reading “Bom Buku: Pelecehan Dunia Literasi”

Pesantren sebagai Miniatur Indonesia

Imam Hamidi Antassalam
Kompas, 18 April 2011

KETIKA di masa lalu Nusantara, terutama tanah Jawa, masih dikuasai oleh sultan dan raja-raja, kaum santri dari kalangan pesantren memiliki posisi sosial yang tinggi bahkan dapat dibilang istimewa.

Di dalam pesantren, seorang kiai kerap mengunjungi asrama atau kamar para santri untuk memperbincangkan segala perkara yang dihadapi —laik bahsul masail— baik yang ilmiah maupun alamiah, di samping akrab dengan masyarakat di sekitar pesantren. Hubungan masyarakat dan pesantren pun erat dan dekat, begitu menyatu. Continue reading “Pesantren sebagai Miniatur Indonesia”

Bahasa »