Posted by PuJa on December 31, 2011
Suryanto Sastroatmodjo 1. Pada salah satu bagian dari “Serat babad Dipanegara” terurai kisah, bahwa Pangeran yang mencetuskan perang jawa terbesar (antara 1825-1830) ini pernah berkeinginan menciptakan satu legalisme populatif, yang diemban oleh “nilai datu-datu”. Sang Pangeran, yang nama kecilnya adalah Raden Mas antawirya itu pergi bertapa di Gunung rasamuni, pesisir kidul, dan bertapa sedemikian kerasnya, [...]
Filed under: Renungan Sastrawi
Posted by PuJa on December 30, 2011
Rilda A.Oe. Taneko http://www.lampungpost.com/ Esok adalah boxing-day dan Ray sudah menyiapkan rencana. Pagi-pagi benar, ketika gelap masih melingkupi putih salju, ia akan membawa kantung tidurnya ke pusat kota. Ia akan menyiapkan setermos teh panas dan menyelipkannya di kantung sisi ranselnya. Ia akan bersepeda dari rumah sewanya dan menempati tempat pertama di depan antrian pintu swalayan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Sori Siregar http://www.suarakarya-online.com/ Sumiran tidak memberitahu kedatangannya. Karena itu, Aisah yang membuka pintu terperanjat ketika melihat anaknya berdiri di depannya. Ia segera memeluk Sumiran yang begitu lama tidak menjenguknya.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Jaya Komarudin Cholik Kompas, 21 Des 2011 TIDAK mudah menarik massa untuk masuk ke pusaran literasi. Budaya baca dan tulis apalagi menjadi seorang penulis masih merupakan hal yang asing bagi kita, orang Indonesia. Namun, tentu minat dan kepedulian ini sedang terus dipompa dan dibakar oleh orang-orang yang hidupnya didedikasikan untuk itu.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Bre Redana Kompas, 27 Des 2011 Ada hal menarik dari pertunjukan monolog Inggit oleh Happy Salma di Sekolah Tinggi Seni Indonesia, Bandung, tanggal 22 Desember 2011. Pertunjukan yang naskahnya ditulis oleh Ahda Amran dan disutradarai Wawan Sofwan ini bagus. Selama dua jam lebih Happy membawa penontonnya terpaku, terpesona pada Inggit Garnasih (1888-1984), yang seolah merasuk [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Yohanes Sehandi ** Majalah Mutiara (Jakarta) edisi Nomor 347, 22 Mei–4 Juni 1985 DALAM dunia kritik sastra Indonesia modern, nama Dami N. Toda termasuk kritikus sastra Indonesia yang diperhitungkan setelah nama kritikus besar Indonesia, H.B. Jassin, mulai meredup pengaruhnya. Di samping nama Dami N. Toda, ada kritikus sastra Indonesia lain yang juga berbobot, antara lain [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 29, 2011
Nova Burhanuddin http://lakpesdam.numesir.com/ Siapa yang mendaku tahu bahwa Allah-lah Sang Penciptanya, tanpa merasa bingung, maka itulah bukti kebodohannya. (Ibn ‘Arabi dalam al-Futûhât al-Makkiyyah) I Landasan awal yang bisa kita pijak dalam kaitan antara dekonstruksi dan teosofi adalah bahwa teks adalah tajalli (“penampakan”, representasi) dari Tuhan.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Halimi Zuhdy * http://ibnuzuhdy.multiply.com/ Sastra Madura yang penuh dengan pesan, kesan, kritik dan ajaran-ajaran sempat lenyap dari permukaan , di masa lampau sastra lisan madura sangat diminati oleh masyarakat dari kalangan grass root (rakyat jelata) sampai kalangan elit (kraton), karena dengan sastra tersebut rakyat madura dapat mengeskpresiankan diri, menyampaikan pesan moral, gejolak hati, ajaran agama.
Filed under: Esai