HAMBA KEBUDAYAAN DAMI N. TODA *

Yohanes Sehandi **
Majalah Mutiara (Jakarta) edisi Nomor 347, 22 Mei -4 Juni 1985

DALAM dunia kritik sastra Indonesia modern, nama Dami N. Toda termasuk kritikus sastra Indonesia yang diperhitungkan setelah nama kritikus besar Indonesia, H.B. Jassin, mulai meredup pengaruhnya. Di samping nama Dami N. Toda, ada kritikus sastra Indonesia lain yang juga berbobot, antara lain Umar Junus, Hary Aveling, A. Teeuw, dan Jakob Sumardjo. Continue reading “HAMBA KEBUDAYAAN DAMI N. TODA *”

Menggali Puing-Puing Sastra Madura Yang Tersisa

Syaf Anton Wr

Sejak kapan sastra Madura mulai berkembang, sampai kini belum ditemukan bukti otentik. Namun tampaknya dari beberapa keterangan, di Madura sudah mengenal tulis menulis pada jaman kejayaan Singosari. Namun pada waktu sebelumnya, sekitar abad 18, pernah berkembang sastra yang berbentuk cerita lisan, yang kemudian mengimplementasi dalam kisah-kisah babat Madura. Continue reading “Menggali Puing-Puing Sastra Madura Yang Tersisa”

Madura: Sejarah, Sastra, dan Perempuan Seni

(Disarikan dari hasil wawancara mendalam oleh Franditya Utomo)
Abdul Hadi WM
http://haideakiri.wordpress.com/2007/11/26/

Perempuan seni dalam dimensi patriarki masyarakat Madura, telah menciptakan kelonggaran relasi gender. Seni pertunjukan yang tidak meninggalkan tradisi diasporik masyarakat Madura telah memposisikan perempuan dan laki-laki sebagai elemen pembentuk harmonisasi. Continue reading “Madura: Sejarah, Sastra, dan Perempuan Seni”

Bahasa ยป