Posted by PuJa on December 29, 2011
(Disarikan dari hasil wawancara mendalam oleh Franditya Utomo) Abdul Hadi WM http://haideakiri.wordpress.com/2007/11/26/ Perempuan seni dalam dimensi patriarki masyarakat Madura, telah menciptakan kelonggaran relasi gender. Seni pertunjukan yang tidak meninggalkan tradisi diasporik masyarakat Madura telah memposisikan perempuan dan laki-laki sebagai elemen pembentuk harmonisasi.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Khoirul Naim __Jawa Pos, 16/03/2011 Masih berkaitan dengan Festival Cak Durasim III, Lembaga Kajian Budaya Jawa Pos dan Taman Budaya Jawa Timur Sabtu (19/10) lalu, bertempat di Metropolis Room Graha Pena Building, membedah kondisi sastra Using, Madura, Surabaya-an dan Jawa Timur Mataram-an. Tampil sebagai narasumber adalah Hasnan Singodimayan (Using), Syaf Anton Wr (Madura) dan Bonari [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Judul : Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal; Kumpulan Esai Seni, Budaya, dan Sejarah Indonesia. Penulis : Fandy Hutari Penerbit : INSISTPress, Yogyakarta Tebal : xiv + 162 Cetakan : I, April 2011 Peresensi : Kasanwikrama * http://oase.kompas.com/
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Sang Penari, Kisah Cinta Tragis Rz. Subagyo http://oase.kompas.com/ Tragedi nasional yang menimpa republik ini pada tahun 1965 atau yang dikenal dengan G30S (Gerakan 30 September) hingga kini masih menyisakan sisi-sisi buram bagi bangsa Indonesia. Sebuah gerakan pemberontakan yang “didalangi” Partai Komunis Indonesia (PKI) itu tidak saja merenggut nyawa tujuh perwira tinggi yang kemudian dikenal sebagai [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Judul : Tarian di Ranjang Kyai Penulis : Yan Zavin Aundjand Tebal : 242 halaman Terbit : Juli 2011 Penerbit : Azhar Risalah Kediri Harga : Rp 30.000 Peresensi: Muhammad Arif http://oase.kompas.com/
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Fahrudin Nasrulloh * __Radar Mojokerto, 18 Des 2011 Mojokerto mulai bergerak lagi. Mojokerto coba diongkosi lagi. Oleh mereka-mereka yang masih bersetia menulis, dan satu-dua-tiga yang baru muncul belakangan. Sastra tampaknya tak pernah mati dari kondisi apa pun yang bahkan telah banyak mencekik para pelakunya untuk lebih jauh mengarus dalam dunianya yang semakin tak jelas. Tak [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Anjrah Lelono Broto *) __Radar Mojokerto, 4 Des 2011 “Seharusnya kesadaran akan seni dan berkesenian dapat menempat pada ruang dan waktu yang terus musti ditanamkan.”(Agus Riadi). Tanpa iringan musik Gambang Kromong khas Betawi atau pun ceceran riang senandung Lagu Kicir-Kicir, Teater Kopi Hitam Indonesia (TKHI) menapakkan kaki di tanah Si Pitung yang sekarang menjadi ibukota [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Asarpin Puisi pada dasarnya mengandung doa. Bahkan ada puisi doa. Jika kita bersua dengan puisi sejenis doa, maka jangan pernah menganggapnya remeh. Tak hanya puisi mantra yang baik, tapi puisi doa pun bisa sangat baik. Tapi soalnya adalah: tak banyak sajak doa yang baik di Indonesia. Padahal sajak berisi doa bisa digunakan untuk dipakai berdoa [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 28, 2011
Sepasang Mata di Hadapan Bejana sepasang mata kehilangan air mata ia lupa di mana menaruhnya tatkala Tuhan mengajak bertukar kata tapi aku telah menemukannya di lorong-lorong doa lalu kutuang di bejana melindunginya dari Candik Ala tanpa janji dan puisi menyala cahaya
Filed under: Sajak