Memahami Peringatan Gerson Poyk

Evi Melyati
suarakarya-online.com

COBA tanyakan kepada pelajar di NTT sekarang ini siapa itu Gerson Poyk. Boleh jadi mereka belum pernah mendengar namanya. Kalau pun sudah kenal nama ini mungkin hanya mendengarnya dari orang lain, atau guru di bangku sekolah. Dan bukan mengenalnya dari buah karya sastra gemilangnya. Padahal karya cerpen dan roman sastrawan kelahiran Rote 16 Juni 1931 ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman. Anehnya banyak yang belum mengenal nama ini. Continue reading “Memahami Peringatan Gerson Poyk”

Ingin Pahlawan Tetap tanpa Tanda Jasa

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Putu Wijaya mengajak teaternya yang bernama Mandiri untuk ‘bertolak dari yang ada’. Tentu ini soal proses hingga berlabuh pada pementasan. Karena itu, Putu dikenal mampu berkarya tanpa mengenal lelah. Ya, dia adalah pabrik karya. Namun, apakah dia dianggap pahlawan tanpa tanda jasa? Oh, tidak, Putu sudah cukup berjasa dan jasanya pun telah diberi ‘tanda’. Bukankah penghargaan yang telah dia terima cukup banyak; baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Continue reading “Ingin Pahlawan Tetap tanpa Tanda Jasa”

Mengenal Paruntuk Kana dalam Sastra Makassar

M Farid W Makkulau

SUATU hari saya duduk-duduk di teras dan menyaksikan orang yang lewat di depan rumah. Saat itu ada seorang perempuan yang singgah menanyakan rumah seseorang yang merupakan teman kuliahnya. Menyaksikan paras wanita yang ternyata mahasiswi tersebut, kontan saya berujar, “Kuntui bulang sampulo angngappak”. (Artinya: Seperti bulan empat belas). Tetangga baru yang mendengar saya berujar bertanya, “Maksudnya apa tadi pak?” Continue reading “Mengenal Paruntuk Kana dalam Sastra Makassar”

Bahasa »