Pendidikan Sex Lewat Sastra Jawa

Widodo DS

SERAT Centhini adalah salah satu naskah sastra Jawa yang bermutu tinggi dan lengkap. Buku kuno ini setebal 4.200 halaman terbagi dalam 12 jilid. Dia sekaligus merupakan asset budaya Jawa yang tak ternilai harganya. Ditulis tahun 1814 – 1823 M. Tim penulis dipimpin oleh Kangjeng Adipati Anom Amangkunegara III, yang kemudian menjadi raja Surakarta, dengan gelar Sinuhun Pakubuwana V (1820 – 1823 M). Para penulisnya adalah para pujangga keraton. Mereka adalah R. Ng. Ranggasutrasna, R.Ng. Yasadipura II, dan R.Ng. Sastradipura atau Kiyai Haji Muhammad Ilhar. Continue reading “Pendidikan Sex Lewat Sastra Jawa”

MANUSIA KARDUS

Karya: Rodli TL

KARDUS-KARDUS MEMASUKI PANGGUNG, MENARI DAN MENYANYI

Kardus, kardus, kardus
Tak berakal, tak berbekal
Kardus pembungkus kebaikan
Dari debu dan kotoran kehidupan
Nasib kardus bukan malang
Kardus juga makhluk Tuhan
Berguna untuk barang kemasan Continue reading “MANUSIA KARDUS”

Siapa Itu ”Penyair Pinggir”

Bagi penggemar sastra pernah terhenyak mengemuka sebutan ‘penyair pinggir’.
Ibnu PS Megananda
http://www.radarbanten.com/

Sedang bagi seseorang yang suka menulis puisi dan kebetulan bekerja di pabrik menjadi disebut “penyair buruh”,. Mungkin juga kalau ia bekerja di perkebunan sawit atau karet, karena lajimnya disebut karyawan, disebut penyair karyawan. Dan begitu pula misalnya ia sebagai petani, nelayan, pedagang pasar, polisi, pegawai bank, pegawai negeri, apakah disebut penyair petani, penyair pedagang pasar, penyair polisi dst. Continue reading “Siapa Itu ”Penyair Pinggir””

Penyair dan Politikus

Yanuar Yachya
Jawa Pos, 18 Mei 2008

KETIKA eks Presiden Amerika Serikat Richard Nixon dijatuhkan dari kursi panas White House karena skandal Watergate 1974 yang menggetarkan, politikus ini berkata “Politik itu ibarat puisi….”

Selaksa tafsir tercurah dari ungkapan mendadak menjadi bijak dari mulut seorang politikus. Lalu, orang pun bisa meraba ke arah mana ungkapan itu ditujukan. Juga kepada siapa, arah labuh dari ungkapan yang bisa jadi sebuah refleksi kekecewaan itu. Ada sesuatu yang tersirat saat seorang politikus terpaksa berbicara mengenai puisi. Continue reading “Penyair dan Politikus”

Bahasa »