Menulis dengan Pintu Tertutup, Membaca dengan Pintu Terbuka

Ramadhan Batubara
http://www.hariansumutpos.com/

Perpindahan atau pergantian pemimpin tentunya menjadi isu yang menarik. Pun dengan Indonesia, walau Pemilu masih cenderung lama, tetap saja kabar calon pemimpin baru merebak.

MAKA tak berlebihan ketika berbagai kalangan berspekulasi. Ada partai yang mencoba berkoalisi atau apapun istilahnya. Beberapa figur pun diusung, dielus-elus, hingga dipaksa-paksa untuk maju ke Pemilu. Apakah itu salah? Tentu, jawabnya tidak. Continue reading “Menulis dengan Pintu Tertutup, Membaca dengan Pintu Terbuka”

Melampaui Teologi Multikultural

Asarpin *

Kajian tentang teologi multikultur selama ini tak memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan kehidupan umat beragama. Basis berteologi dengan acuan pada nilai-nilai kultural lokal tidak relevan dan hanya berpotensi mengaburkan analisis relasi kuasa yang ada. Kehendak untuk membangun struktur-struktur lokal dalam bingkai pluralitas dalam masyarakat multikultural secara tidak langsung melanjutkan bentuk-bentuk kajian yang kurang membumi. Continue reading “Melampaui Teologi Multikultural”

Kisah Melarut di Secangkir Kopi

Akhiriyati Sundari

15:11 WIB. Kukayuh sepeda kumbangku melintasi Kotabaru. Jalan I Dewa Nyoman Oka. Lalu lurus menyisir ke arah Jalan Cik Di Tiro. Bablas. Sebuah kampus besar arah utara bundaran, kini pintu masuknya telah latah dipasangi portal. Terlihat begitu jelek di mataku. Begitu angkuh (seperti Kampus Oranye, calon almamaterku). Kutembus begitu saja. Rasanya seperti memasuki areal parkir utama waralaba terbesar negeri ini. Continue reading “Kisah Melarut di Secangkir Kopi”

Manusia diberkahi untuk bebas? Keliru!

Membaca ‘kedangkalan’ logika Dr. Ignas Kleden? (bagian XI kupasan keempat dari paragraf keduanya)
Nurel Javissyarqi

Mengenai Sartre bisa dilihat tulisan saya diterjemahkan Agus B. Harianto di http://pustakapujangga.com/2010/11/why-does-jean-paul-sartre-stay-exist/ Kini mengudar pahamnya “Man is condemned to be free” (Manusia dikutuk untuk bebas) yang saya benturkan “Man is blessed to be free” (Manusia diberkahi untuk bebas)? Continue reading “Manusia diberkahi untuk bebas? Keliru!”

Tetralogi Pramoedya Ananta Toer dalam Materialisme Karl Marx

Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer

Sri Fitri Ana *

Bumi Manusia adalah buku pertama dari Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada tahun 1980. Buku ini melingkupi masa kejadian antara tahun 1898 hingga tahun 1918, masa ini adalah masa munculnya pemikiran politik etis dan masa awal periode Kebangkitan Nasional. Masa ini juga menjadi awal masuknya pemikiran rasional ke Hindia Belanda, masa awal pertumbuhan organisasi-organisasi modern yang juga merupakan awal kelahiran demokrasi pola Revolusi Perancis. Continue reading “Tetralogi Pramoedya Ananta Toer dalam Materialisme Karl Marx”

Bahasa »