Filsafat dan Terorisme

Sulaiman Djaya
http://sulaimandjayaesai.wordpress.com/

“Untuk menghabisi banyak bangsa, dengan demikian engkau telah berdosa pada dirimu sendiri” (Habakuk 2:10). Tanggungjawab filsafat terletak pada kepekaan analisisnya dengan persoalan-persoalan politik dan sejarah, begitulah ujar Giovanna Borradori dalam bukunya yang berjudul Philosophy In a Time of Terror, yang merupakan hasil diskusinya dengan dua filsuf akbar: Continue reading “Filsafat dan Terorisme”

Kritik Derrida atas Strukturalisme de Saussure

Makyun Subuki

1. Pendahuluan

Pascastrukuturalisme, merupakan sebuah aliran pemikiran besar yang tidak memiliki bidang kajian khusus (Ritzer 2003: 57). Lamart (1990), seperti dikutip oleh Ritzer (2003: 202), mencatat awal kelahiran pascastrukturalisme pada pidato Derrida pada tahun 1966, di mana dia memproklamirkan menyingsingnya suatu era baru, era pascastrukturalisme. Continue reading “Kritik Derrida atas Strukturalisme de Saussure”

Kesebelasan Para Filsuf

Bagja Hidayat

Hegel gagal memimpin para filsuf Jerman lainnya menundukkan pasukan pemikir Yunani yang dikomando Socrates. Gawang Jerman yang dijaga Leibniz bobol oleh tandukan Socrates yang mendapat umpan silang Archimedes di menit ke-89. Masuknya Karl Marx menggantikan Wittgenstein tak mampu mengembangkan permainan tim yang dilatih Marthin Luther itu. Gol tidak sah, Socrates dalam posisi off-side,” teriak Marx. Pertandingan yang dipimpin Confucius dengan hakim garis Santo Agustinus dan Santo Thomas Aquinas itu keburu berakhir. Continue reading “Kesebelasan Para Filsuf”

Bahasa »