Sebungkus Kenangan di Carrow Road

Sungging Raga
Suara Merdeka, 25 Maret 2012

DI kota Norwich yang pendiam, orang-orang berjalan di sepanjang Carrow Road, menyaksikan bagaimana kehidupan begitu ringan seperti daun-daun mapel yang dilepaskan tangkainya, yang berserakan bersama biji-bijian yang dipungut paruh merpati. Tiang lampu yang ujungnya melengkung tertanam di sepanjang trotoar, disela oleh bangku-bangku yang saling berhadapan satu sama lain, seperti saling memandang namun tak mampu bercakap-cakap. Continue reading “Sebungkus Kenangan di Carrow Road”

Tikar Keikhlasan

M. Maksum
Republika, 25 Maret 2012

LALU-LALANG kendaraan melaju cepat. Suara percikan arang yang membentur biji-biji jagung terus mengusik telingaku. Pembeli kian beradu, sampai-sampai tikar pun penuh dengan orang-orang yang singgah sambil menunggu jagung bakar tersaji. Aku duduk manis di atas dingklik panjang, sambil menunggu pembeli yang singgah di tempatku. Bukan di tempat jagung itu terpanggang. Continue reading “Tikar Keikhlasan”

Renjana

Dwicipta
Kompas, 11 Maret 2012

AKU berangkat ke kotamu pagi ini dengan kereta paling awal, diantar hawa dingin dan kabut bulan Maret yang menusuk tulang. Mungkin kau tak mengira bertahun-tahun setelah kita tak lagi menghabiskan waktu bersama aku selalu melakukan perbuatan tolol ini: mencarimu di kota yang tak lagi kau tinggali. Continue reading “Renjana”

Gerakan Sastra Berbasis Ekonomi Mikro

Putri Utami *
__Radar Mojokerto, 11 Maret 2012

Mengamati gerakan sastra, ada bermacam konsep yang dilakukan oleh sastrawan. Sebut saja dari gerakan pencetakan buletin, majalah, buku, mengunggah karya sastra di situs internet, workshop jurnalis, perlombaan baca puisi, cerpen dan novel, pelatihan musikalisasi puisi, bedah buku, diskusi sastra di berbagai komunitas dll. Secara umum, seluruh pergerakan sastra tersebut bertujuan menancapkan basis kesusastraan yang kuat pada generasi berikutnya. Continue reading “Gerakan Sastra Berbasis Ekonomi Mikro”

Bahasa ยป