http://sastrakarta.multiply.com/
MALIOBORO, 2007
Kenanglah hari-hari. Dan wajah-wajah
di etalase, yang tak pernah lelah
menyertai kita melangkah
bersama gelisah
dan desah
Kenanglah saat tersenyum. Dan duka
di dada, kata senandung kita
terantuk di tembok kota
yang berbalut rahasia
penuh makna.
Simpanlah semua yang bisa
dikenang. Siapa tahu suatu ketika
nanti, kita terusik sunyi
dan rindu melihat lagi
wajah kita sendiri
Yogya, 2007
MALIOBORO, SUATU KETIKA
Kau berjanji akan bercerita padaku
tentang dinding-dinding kota,
burung-burung dan pepohonan
tempat kau dulu berteduh
dan bernyanyi
Kau berjanji akan bercerita padaku
tentang perjalanan panjangmu
membebaskan angin berkelana
mengirim kesejukan dan menyapa
setiap wajah
Kau berjanji akan bercerita padaku
tentang hari-harimu
yang kini pilu
Kau berjanji akan berbagi
kelu itu padaku
Yogya, 2007
MALIOBORO, HAMPIR MALAM
Aku menyelinap di tengah keramaian
orang-orang tak kukenal. Mencarimu
seraya mengingat-ingat kembali
wajahmu. Masihkah seperti dulu?
Seseorang menyapa dan menganggukkan
kepala. Aku terpana, seperti kembara
asing, tak mengenal siapa-siapa
Ah, ternyata aku tak kuasa
mengingat wajahmu
seperti semula
Aku menyelinap di tengah keramaian
lalu, menyimpan kembali
semua kenangan
ke dalam saku
celanaku
Yogya, 2007
MALIOBORO, TENGAH MALAM
Kau sendiri, tak menyapaku
lalu menyelinap di dingin malam
Langkahmu bergegas, menghilang
di ujung jalan lengang.
Yogya, 2007
MALIOBORO, SUATU SIANG
Apa kabar? Lama kita tak bercerita,
berbagi suka dan derita.
Kenapa matamu kuyu? Sepertinya kau
kurang tidur, lelah
didera gerah dan gelisah.
Masihkah kausimpan lagu kita
yang dulu? Lama kita tak bernyanyi
tentang persahabatan, kehidupan,
kemiskinan dan dukalara
Masihkan kauingat di tembok mana
kita dulu menuliskan kata-kata
tentang cinta?
Yogya, 2007
