EKSISTENSI DAN PERAN NAHDLATUL ULAMA DALAM PUISI

Catatan Kesan atas Antologi Puisi “Muhasabah Warna”

A. Syauqi Sumbawi *

Keberadaan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia hingga sekarang ini, tidak bisa dilepaskan dari lintasan historisnya dalam mengemban peran keagamaan dan kebangsaan. Pada titik ini, dialektika konstruktif dalam bingkai Islam dan ke-Indonesia-an, merupakan proses penting yang menjadikannya sebagai ormas Islam moderat (wasathiyah) serta mengakar pada kepribumiannya. Continue reading “EKSISTENSI DAN PERAN NAHDLATUL ULAMA DALAM PUISI”

ISMAYA NGEJAWANTAH

Taufiq Wr. Hidayat *

Pada setiap peristiwa, selalu ada yang tertinggal. Barangkali itu yang membuat orang mengabadikan tiap peristiwa dengan penanda. Lantaran peristiwa berlalu. Tak menetap di sini. Melainkan lekas berada di sana. Materi selalu berganti, tidak tetap. Berubah. Tidak ajeg. Bertambah. Lalu berkurang. Menyusut. Kemudian pasti hilang. Atau rusak. Rusak dalam arti manusia tak lagi menggunakannya, tak lagi membutuhkannya, tak lagi memandangnya, tak lagi memperlakukannya. Continue reading “ISMAYA NGEJAWANTAH”

Pemberontakan Kapal Haji karya Orhan Pamuk

(Cuplikan novel “Malam-Malam Wabah”, karya Orhan Pamuk, peraih anugerah Nobel Sastra 2006)

Penerjemah: Bernando J. Sujibto *

Gubernur Sami Pasha berpikir keras tentang usaha pentingnya karantina kepada syekh Hamdullah. Pasha mengenal syekh itu segera setelah dia ditugaskan ke pulau itu lima tahun lalu. Waktu itu, dia tampil dengan perawakan seorang lelaki yang lemah lembut, sopan, dan penuh kasih sayang dengan minat yang kuat terhadap karya sastra. Mungkin pembawaanya masih begitu. Di tahun pertama, mereka pernah berbincang hal ihwal kehidupan, buku, dan spiritualitas. Continue reading “Pemberontakan Kapal Haji karya Orhan Pamuk”

Bahasa »