Dikotomi Sastra dan Literasi

Yonathan Rahardjo *
Jawa Pos 3 Nov 2019

GERAKAN literasi sedang marak. Di mana-mana orang menulis, termasuk karya sastra, lalu membukukannya. Banyak peneliti sastra dan sastrawan yang terusik. Yang terusik itu menganggapnya gerakan pseudosastra.

Muncul opini mereka bahwa orang rancu membedakan antara literasi dan sastra. Padahal lho, yang mendikotomi dua hal tersebut ya mereka sendiri, sedangkan para penggerak literasi tidak punya nafsu ke situ. Satu-satunya semangat adalah agar semua orang dapat menulis (dalam literasi baca tulis). Continue reading “Dikotomi Sastra dan Literasi”

Jalan Keluar

Khansa Arifah Adila *

Ia mengurangi kecepatan mobil, menginjak kopling, mengalihkan gigi tiga ke gigi dua, lalu mengarahkan setir ke pekarangan rumahnya. Mesin mobil terdengar tersendat dan sedikit meraung. Ia tahu, pasti persenelingnya bermasalah lagi. Ia selalu kesulitan setiap akan memindahkan gigi. Seret, seperti ada yang menyangkut, dan mesin mengeluarkan suara bagai batuk berdahak. Seharusnya ia membawanya ke bengkel. Tetapi tidak bisa. Jatah untuk perawatan dan perbaikan mobil bukan lagi prioritas walaupun nafkahnya tergantung pada kendaraan tua yang dibelinya dua tahun lalu itu. Continue reading “Jalan Keluar”

Sirri Gus Sabri

Jadid Al Farisy *
Republika, 12 Sep 2019

Gus Sabri, siapa yang tidak kenal beliau? Setiap kali nama itu disebut, seperti ada kekaguman yang tak kan habis diceritakan mengenai daya linuwih putra bungsu almarhum Kiai Ridwan Sholeh, pendiri pondok pesantren Pringkuning Kesamben. Di antara kelima saudaranya, Gus Sabri yang paling santer dibicarakan. Continue reading “Sirri Gus Sabri”

Bahasa »