Mengingat Pelopor Puisi Baru Jepang, Takamura Kotaro (1883-1956)

Mashuri * Continue reading “PUISI ADALAH ENERGI”
Mengingat Pelopor Puisi Baru Jepang, Takamura Kotaro (1883-1956)

Mashuri * Continue reading “PUISI ADALAH ENERGI”
Beni Setia *
Lampung Post, 18 Nov 2012
YANG tersisa dari gaung seminar Wong Jawa Ilang Jawane (Balai Budaya Sudjamiko, Solo, 14-6-2009) itu asumsi dasar dari diskusi. Siapa (orang) Jawa dan apa fenomena kejawaan yang hilang.
INI sekaligus mengingatkan penulis ke satu obrolan di depan Aula Graha Sanusi Hardjadinata (Unpad, Bandung, 21-2-2009) saat peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day). Pas ada teman yang menunjukkan draf kumpulan puisi Sunda, yang akan diterbitkan, dan meminta agar dibuatkan semacam kata pengantar. Continue reading “Lokalitas, Mutilasi Budaya, dan Multikultural”
Taufiq Wr. Hidayat *
Gerimis. Desember. Natal. Lampu-lampu malam yang berwarna jingga. Angin dari selatan meniup begitu pelan begitu lembut. Begitu terkenang. Pada sebuah belokan, Penyair Jarot menghentikan jalannya. Ia menatap sebuah poster sabun mandi bergambar foto perempuan cantik dan seksi. Dulu tepat pada tiang itu terdapat sebuah pohon beringin yang tua, di bawahnya terletaklah kursi taman memanjang. Penyair Jarot mengenang seseorang. Seseorang yang pernah duduk berdua dengannya di kursi taman itu tatkala hujan menjelang dini hari. Continue reading “KERONCONG KENANGAN”
A. Syauqi Sumbawi *
Usai hujan sepanjang malam, pagi tergelar juga di luar pintu. Selain dingin, Abdun mendapati jejaknya di udara. Entah, berapa liter air menguap dan merendah sebagai kabut. Meskipun jangkauan mata menciut, namun hal itu bukan masalah bagi Abdun. Tak perlu baginya mencari dan menyalakan lampu kabut. Karena dia tahu, itu hanya akan sia-sia. Lantaran barang itu belum pernah ada tersimpan di rumahnya. Continue reading “PENYAKSIAN DAN GERAK DALAM KABUT”