
Martin Aleida * Continue reading “Orang Bogor dan ‘Tanah Air Yang Hilang’”
PUNCAK KEFASIHAN BERBAHASA
Djoko Saryono *
Istilah literatur, yang kita sepadankan dengan istilah sastra, menunjuk pada keterikatan erat antara sastra, aksara, pikiran, dan bahasa. Dalam bingkai asal-muasal makna istilah literatur, sastra mengemban pikiran subjektif yang diekspresikan melalui aksara, yang tentu saja harus dituliskan dan dibaca. Continue reading “PUNCAK KEFASIHAN BERBAHASA”
SEORANG GANDRUNG
Taufiq Wr. Hidayat *
Mata laki-laki itu terpaku di situ. Duduk mematung di bilik bambu. Kulitnya dilabur waktu. Pagi yang tak berpeluh. Musim hujan. Butiran air dijatuhkan. Langit bagai menyiramkan segala kesal. Butiran air yang menempel di daunan berkilauan bagai kristal. Kang Muda’iyah melepaskan kesal bersama asap tembakau yang tebal. Istrinya, Mbok Natun, meletakkan kopi pahitnya di meja. Continue reading “SEORANG GANDRUNG”
Puisi-Puisi Firman Wally
KEPULANGAN PENGEMBARA I
Pagi itu sang pengembara lautan berdiri di atas haluan perahu
Deru angin memukul dadanya
Ia berdiri bersabda pada gelombang
Berharap gelombang dapat mengantarnya ke tujuan. Continue reading “Puisi-Puisi Firman Wally”
JURNALISTIK MEMANG HARUS JUJUR MENGANALISA DAN MENGOTAK-ATIK

Peresensi : Ahmad Fanani Mosah * Continue reading “JURNALISTIK MEMANG HARUS JUJUR MENGANALISA DAN MENGOTAK-ATIK”
