Kekerasan

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Tidak hanya di Monas, pada tanggal 1 Juni juga terjadi kebrutalan di rumahAmat. Apa pasal? Bu Amat mengobrak-abrik rumah dan membuang semua barang-barang siaminya yang dianggapnya sesat.

?Semua kenangan yang menyangkut perempuan lain dibakar, dibuang atau diberikan kepada tetangga,?kata Amat lari dari rumah, mengungsi ke tetangga, karena tak kuat melihat kezaliman itu. ?Termasuk gambar bekas pacarku yang sudah jadi teman baik, bahkan sering bersilaturahmi ke rumah. Itu adalah kezaliman, pengaruh dari berbagai aksi berbagai organisasi yang kini seenaknya saja main hakim sendiri, mentang-mentang tidak pernah ditindak tegas!? Continue reading “Kekerasan”

Babi dalam Dompet

A. Rodhi Murtadho *

Dompet lengket di saku celana. Babi terus mendengkur. Paijan terus berjalan dari rumah ke rumah. Sales. Bukan kerja yang sembarangan. Tak semua orang bisa menekuni profesi ini. Paling tidak harus punya mulut yang kuat bicara. Lidah yang pandai bersilat. Tatapan mata meyakinkan. Bau badan tidak kecut. Baju rapi. Sepatu mengkilat. Senyum menawan dengan gigi putih dan bau nafas tidak apek. Potongan klimis biasanya ikut mendukung. Continue reading “Babi dalam Dompet”

Bahasa ยป