Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar

Liza Wahyuninto*)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Bukan kali yang pertama mempolemikkan sastra surat kabar atau lebih akrab dengan sebutan sastra koran yang kehadirannya telah menjadi genre sastra tersendiri. Sastra surat kabar setidaknya telah diakui sebagai sastra baru dengan segala keunikannya dan penulisnyapun dibaiat mendapat predikat sastrawan oleh pembacanya. Tapi tulisan ini tentu tidak menarik jika hanya mendebat para sastrawan surat kabar saja tanpa menguraikan karya yang dihasilkannya. Continue reading “Polemik Sastra: Memaknai Ulang Sastra Surat Kabar”

Penyair dan Institusi Jalanan

Binhad Nurrohmat *
newspaper.pikiran-rakyat.com

PENYAIR tak lahir dari rahim langit. Ia tumbuh dari bumi tempat lingkungan masyarakat dan tradisi hidup serta membentuknya. Setiap penyair niscaya merupakan produk dari suatu mata rantai historis panjang penuh lekuk kelindan sehingga biografi kepenyairan melekat pada dan (melalui penelusuran yang gigih dan tekun) bisa diuraijelaskan dari latar masyarakat dan tradisi yang melingkupinya. Lain kata, penyair tak menyembul dari kekosongan, melainkan anak kultural yang lahir dari persetubuhan dengan masyarakat dan tradisi. Continue reading “Penyair dan Institusi Jalanan”

Bahasa ยป