Ulysses

Goenawan Mohamad
Majalah Tempo Edisi 32/XXXVII 29 Sep 2008

ADA seorang perempuan yang mudah dilupakan dunia tapi seharusnya tak dilupakan kesusastraan. Namanya Margaret Anderson.

Ia lahir pada 1886 di Indianapolis, Amerika Serikat, di sebuah keluarga yang berada, dengan seorang ibu yang hampir setiap tahun tergerak untuk pindah ke rumah baru—dengan mebel, taplak, gorden, dan lukisan dinding baru. Continue reading “Ulysses”

Daerah

Arie MP Tamba
jurnalnasional.com

Ingatlah Mathias Ankakari. Sebuah cerpen karya Gerson Poyk yang mengisahkan perjalanan Mathias Ankakari asal Papua, ke Jakarta. Rasa takjub memenuhi kesadaran Mathias menemukan kontras “hutan” Papua dan Jakarta. Tapi Mathias kemudian agak bertanya-tanya tentang makna “kemajuan” yang seringkali diartikan dengan peradaban berpakaian. Sebab, di klub malam yang dikunjunginya, Mathias melihat pertunjukan tari telanjang yang tak jauh beda dengan tarian pergaulan di kampungnya. Continue reading “Daerah”

ESTETIKA CERPEN MELAYU SINGAPURA

Maman S. Mahayana *

Nama Suratman Markasan, bagi pembaca Indonesia, barangkali saja masih agak-agak asing. Sesungguhnya, sastrawan penting Singapura ini, sudah dikenal luas, setidak-tidaknya di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Riau. Ia termasuk salah seorang pemenang SEA Write Award yang diberikan tahun 1989. Penghargaan itu, tentu saja merupakan bukti prestasi kepengarangannya yang berdasar pada pertimbangan kualitas karya-karya yang telah dihasilkannya. Sedikitnya, enam penghargaan telah diberikan berbagai lembaga kepada karya-karya Suratman, baik yang berupa cerpen, puisi, atau novel.dan setakat ini, ia telah menghasilkan tiga novel, tiga kumpulan cerpen, dan dua kumpulan puisi, belum termasuk yang terhimpun dalam antologi-antologi bersama. Continue reading “ESTETIKA CERPEN MELAYU SINGAPURA”

Bahasa »