PETA PERJALANAN SASTRAWAN SUMATRA*

Maman S. Mahayana **

Kelahiran sastra Indonesia modern pada hakikatnya dilatarbelakangi oleh tiga hal.

Pertama, sastra Indonesia modern lahir sebagai hasil pertemuan dengan budaya Barat yang lalu wujud dalam bentuk sastra tulis. Perhubungan dengan agama Islam yang melahirkan tulisan Jawi merupakan awal tradisi lisan (oral tradition), mulai tersisih oleh berbagai ragam sastra tulis dalam bentuk cetakan dengan menggunakan huruf Latin. Continue reading “PETA PERJALANAN SASTRAWAN SUMATRA*”

Melayu, Puisi, Mantra

Jamal D Rahman*
http://cetak.kompas.com/

Usaha merevitalisasi kebudayaan Melayu akhir-akhir ini berlangsung cukup marak, terutama di Riau. Berbagai kegiatan berkaitan dengan usaha menghidupkan atau menyemarakkan kembali kebudayaan Melayu kerap dilakukan, mulai dari penerbitan buku, festival, seminar, sampai pemberian penghargaan kepada individu-individu yang memainkan peran tertentu dalam memajukan kebudayaan Melayu. Continue reading “Melayu, Puisi, Mantra”

Bangsa

Arie MP Tamba
jurnalnasional.com

Ben Anderson, sarjana Amerika yang pernah meneliti fenomena kebangsaan itu, sampai pada perumusan – bahwa bangsa adalah suatu komunitas politik yang dibayangkan – sekaligus terbatas maupun berdaulat. Segenap anggotanya memang tidak akan pernah saling mengenal satu sama lain, namun dalam benak, hidup suatu bayangan akan keterkaitan mereka. Continue reading “Bangsa”

Bhineka Tunggal Ika dalam Prosa

Dwi Fitria
http://jurnalnasional.com/

Pengarang kita memaknai keindonesiaannya dengan cara masing-masing.
Max Lane, penerjemah karya-karya Pramoedya pernah mengatakan bahwa sejarah dan sastra adalah dua alat paling andal untuk membentuk konsep kebangsaan dalam diri individu sebuah bangsa. Dalam bukunya Bangsa yang Belum Selesai, Max Lane menekankan bagaimana pentingnya memelajari ulang sejarah dan sastra untuk membentuk karakter bangsa Indonesia. Continue reading “Bhineka Tunggal Ika dalam Prosa”
Bahasa »