KOPI DALAM GERIMIS
Kopi hitam ini, mengepul. Gerimis jatuh di situ. Tak ada siapa-siapa, aku menatap keluar jendela. Cuma aku dan secangkir kopi. Kopi yang pahit. Tapi, gerimis yang manis.
Diam-diam sunyi mengembun di kaca pintu. Angin Juni mengelus rindu. Hidungku memantul di hitam kopi. Waktu yang gaib. Segala peristiwa membayang di secangkir kopi. Seperti menjenguk kesendirian yang dalam setelah ditelan kesibukan. Continue reading “Sajak-sajak Hujan Taufiq Wr. Hidayat”

