RE-DEFINISI JAWA TIMUR, PUISI BISA APA?

Khoshshol Fairuz

DKJT melalui komite sastranya mengadakan sayembara dengan tema karya “Re-definisi Jawa Timur”. Memang secara histori dalam perkembangan sastra Indonesia di Jawa Timur masih didominasi puisi. Jawa Timur masih merupakan provinsi penghasil puisi ketimbang provinsi penghasil prosa. Apakah dengan demikian puisi berhak memiliki porsi untuk me-re-definisi-kan Jawa Timur. Ini pula yang menggugah hati CEO Boenga Ketjil, Andhi Setyo Wibowo, lewat kajian SelaSastra mengundang para pegiat sastra Jatim untuk merumuskan atau lebih tepatnya berdiskusi soal lokalitas, dan tentu saja puisi. Continue reading “RE-DEFINISI JAWA TIMUR, PUISI BISA APA?”

Pastor Albert: Banyak Orang Diselamatkan Lewat Tulisan

Felix
Indonesiamediacenter.com

Untuk meningkatkan budaya literasi yang baik di bagi umat Nasrani (Katolik dan Protestan), maka Universitas Katolik Widya Karya Malang (UKWK) membuat satu gebrakan baru yakni mengadakan Workshop Menulis Cerpen Satu Paragraf (Pentigraf) yang diadakan di Aula UKWK selama dua hari sejak Sabtu dan Minggu (8-9/7/2017) kemarin. Continue reading “Pastor Albert: Banyak Orang Diselamatkan Lewat Tulisan”

Ketika Sastra Indonesia Diijon

Ahda Imran
pikiran-rakyat.com 13 Mar 2018

DALAM catatannya Facebook-nya (4 Februari 2018), Soni Farid Maulana ada menyebut ihwal kagaduhan setelah terbitnya buku 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh (2014). Buku yang salah satu pangkal kegaduhannya adalah munculnya nama Denny JA (DJA) sebagai salah seorang tokoh, karena puisi esai ”temuannya” yang dianggap jadi fenomena sastra. Continue reading “Ketika Sastra Indonesia Diijon”

Membaca Sebuah Usaha Kilas Baca “Usaha Mencintai Hujan” Karya R. Giryadi

Anjrah Lelono Broto *

Adalah sebuah keberkahan tiada terkira ketika seorang Andhi Setyo Wibowo (CEO Boenga Ketjil) mengontak saya untuk menjadi pengulas buku kumpulan puisi “Usaha Mencintai Hujan” karya R. Giryadi. Keberkahan tersebut tentu saja mengarah pada sang pengarangnya. Bagi insan seni kebudayaan di Jawa Timur, nama R. Giryadi tentu saja bukanlah nama yang asing. Penyair, dramawan, penulis lakon, cerpenis, jurnalis, dan sederet atribut ciamik lainnya melekat pada diri pria kelahiran Blitar yang sekarang bermukim di Sidoarjo dan akrab dengan panggilan “Lik Gir” ini. Sungguh, adalah sebuah keberkahan karena apalah artinya apa yang saya miliki dibandingkan dengan ilmu serta pengalaman beliau yang telah malang melintang di blantika perkesenian-perkebudayaan di Jawa Timur, Indonesia. Continue reading “Membaca Sebuah Usaha Kilas Baca “Usaha Mencintai Hujan” Karya R. Giryadi”

Membaca Pulau Tanpa Cinta Karya Jasni Matlani

Sunu Wasono *

Sebuah novel ditulis sastrawan untuk tujuan tertentu: mengekspresikan diri (penulis), menghibur pembaca, mempropagandakan (program, ideologi), mengkritik lembaga, mengkritik (tingkah laku) penguasa (yang korup, tamak, bengis, otoriter). Dengan tujuan apa pun, karya sastra pada dasarnya membutuhkan pembaca. Oleh karena itu, hampir tidak ada seorang sastrawan yang menulis hanya untuk diri-sendiri. Continue reading “Membaca Pulau Tanpa Cinta Karya Jasni Matlani”

Bahasa »