Tulisan A.C. Andre Tanama untuk Sutrisno SZ

“Entah Harus Bersyukur atau Mengumpat Bangsat, ha..ha..ha..”
A.C. Andre Tanama

Sebagai seorang seniman yang juga intens mendalami seni grafis, sungguh amat sulit bagi saya untuk mampu melihat dan mengakui kebolehan orang lain yang bermain di ranah ini. Tetapi ketika bertemu dengan makhluk grafis yang bernama Sutrisno ini, ego yang menutupi mata saya seolah terusir pergi. Betapa tidak, bukan hanya lewat hasil karya seni grafisnya jantung saya dibuat berdegup kencang, tapi juga lewat proses dia berkesenian yang ternyata sangatlah militant. Saya pun geleng-geleng kepala, sebagai seniman yang besar dari seni grafis, saya pun berkata: “Entah harus bersyukur atau mengumpat bangsat, ha..ha..ha..”. Continue reading “Tulisan A.C. Andre Tanama untuk Sutrisno SZ”

Rumah Terakhir Sastrawan Gerson Poyk

Yohanes Sehandi *
Majalah Warta Flobamora (Surabaya), edisi: 50, Maret 2017

Ada sejumlah sastrawan Indonesia yang menggambarkan atau meramalkan tempat penguburan atau rumah terakhirnya jauh sebelum sang sastrawan tersebut meninggal dunia. Apakah kemudian pihak keluarga menguburkan sang sastrawan sesuai dengan yang digambarkan atau diramalkannya, itu urusan lain. Continue reading “Rumah Terakhir Sastrawan Gerson Poyk”

Bahasa »