Para Satrawan Cuma Dapat Honor Rp 100 Ribu

Dua Hari Ikut Kegiatan Disbudpar Provinsi Jatim
Ngopibareng.id 23 Feb 2018

Terlalu, itulah yang dialami para satrawan Jawa Timur. Dua hari mengikuti kegiatan Training of Trainer (TOT) yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tanggal di hotel Utami Jl. Juanda Sidoarjo 20 dan 21 Februari lalu, ketika acara selesai, mereka cuma diberi uang saku sekaligus uang transportasi sebesar Rp 100 ribu. Continue reading “Para Satrawan Cuma Dapat Honor Rp 100 Ribu”

Pelaku Seni Sastra Sebut Disbudpar Jawa Timur Tidak Manusiawi

Reporter: Haris Saputra
mediajatim.com/2018/02/22

Sejumlah pelaku seni sastra di Jawa Timur mengaku kecewa kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur. Pasalnya, para pegiat sastra se Jawa Timur yang diundang mengikuti Training of Trainer (ToT) merasa tidak dihargai setelah hanya menerima uang Rp. 100.000 sebagai pengganti transportasi.

“Jangan berbicara soal sastra dulu bila Disbudpar tidak bisa menanusiakan manusia. Ini jelas pelecehan terhadap pelaku sastra Jawa Timur sendiri,” kata Timur Budi Raja, salah satu Peserta ToT. Continue reading “Pelaku Seni Sastra Sebut Disbudpar Jawa Timur Tidak Manusiawi”

Sastrawan Jombang Pahami Perkembangan Sastra dengan Rutin “Ngopi Sastra”

M. Abror Rosyidin
Tebuireng Online 10 Sep 2017

Perkembangan sastra di Kota Santri terbilang meningkat, hal ini juga didukung oleh adanya komunitas-komunitas pecinta dan penikmat sastra yang menyebar di pusat kota, kecamatan dan desa.

Seperti yang dilakukan oleh sastrawan dan seniman Jombang yang tergabung dalam komunitas sastra Liswas (lingkar studi warung sastra) juga rutin “Ngopi sastra” setiap pekan. Biasanya, mereka membincang dengan serius perkembangan sastra daerah maupun sastra di Indonesia. Continue reading “Sastrawan Jombang Pahami Perkembangan Sastra dengan Rutin “Ngopi Sastra””

Sapardi Djoko Damono: Puisi Masa Depan Mungkin Bentuknya Gambar

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com 05/10/2016

Era digital membuat banyak orang pesimistis. Mereka yang bergerak pada komunikasi berbasis teks di media cetak, misalnya, merasa karyanya tak dihargai sebesar dahulu. Namun, Sapardi Djoko Damono, penyair legendaris yang dikenal lewat buku Hujan Bulan Juni sama sekali tak galau, malah cenderung optimistis. Continue reading “Sapardi Djoko Damono: Puisi Masa Depan Mungkin Bentuknya Gambar”