Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias: Wartakan Literasi Kasih

Adreas Anggit W., Stefanus P. Elu
majalah.hidupkatolik.com 21 Apr 2017

Para penulis Katolik menghimpun diri dalam sebuah komunitas. Melalui goresan pena, mereka siap menjadi gelombang yang mengantar biduk ke pulau pelayanan literasi kasih.

Lantunan suara saksofon persembahan Romo Aloysius Budi Purnomo menemani peserta kopi darat Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG) di kompleks Gua Maria Kerep Ambarawa, Jawa Tengah, medio Agustus tahun lalu. Malam itu, para penulis Katolik meringkuk dalam dekapan hawa sejuk Ambarawa sembari ditemani teh hangat. Sajian sederhana itu menjadi salah satu bagian dari temu para penulis Katolik. Baca selengkapnya “Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias: Wartakan Literasi Kasih”

Novel Chemistry, Buah Pikir karya Akhmad Sekhu

Benny Benke
suaramerdeka.com 4 Mar 2018

Aura di usia 14 tahun mengalami menstruasi dan mulai ada ketertarikan pada lawan jenis. Lelaki pertama yang membuatnya jatuh cinta adalah Baskara. Tapi di awal akil balig itu mereka berdua mengalami tragedi di ladang tebu. Kejadiannya, Baskara yang mau memberi tebu tapi terpeleset jatuh menindihi tubuh Aura. Pada saat itulah dipergoki Hendra dan teman-teman genk-nya yang memfitnahnya berbuat zina. Baca selengkapnya “Novel Chemistry, Buah Pikir karya Akhmad Sekhu”

Membayangkan Bedah Buku MMKI di PDS H.B. Jassin

Nurel Javissyarqi *

Saya tak menyangka kalau buku “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia” bakal dibedah di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Jangan-jangan ini lamunan saja, karena kebetulan tengah baca ulang buku susunannya ‘Paus Sastra Indonesia’ yang bertitel “Kontroversi Al-Qur’an Berwajah Puisi,” Grafiti 1995, tentunya lagi berseberangan. Bayangan ini menjulur pada peristiwa lampau “Ketika Jogja Menghakimi Jakarta,” karena lupa tanggal bulan tahun kejadiannya, saya telusuri di google, dimulai Jam 20.00 tanggal 28 Mei 2003 di Auditorium IAIN SuKa (UIN Sunan Kalijaga) Yogyakarta. Baca selengkapnya “Membayangkan Bedah Buku MMKI di PDS H.B. Jassin”

SASTRA, SEBUAH TAMAN BUNGA

Ahmad Anshori *

“Urusan yang coba kutuntaskan, melalui kekuatan kata-kata, adalah membuatmu mendengar, membuatmu merasakan—dan yang utama adalah membuat matamu terbuka. Begitulah, tidak lebih.” – Joseph Conrad (1857-1924)

Pernyataan dari salah satu penulis terbaik Britania ini yang barangkali akan sedikit mewakili apa yang terjadi dalam diskusi budaya Selasatra #14 yang bertajuk “sastra dan realita sosial” pada Rabu (15/2/17) malam lalu di warung Boenga Ketjil, Parimono Jombang. Baca selengkapnya “SASTRA, SEBUAH TAMAN BUNGA”

SelaSastra? Mari Kita Nikmati Saja *

Inung As

Setiap satu minggu kita bisa temui Sabtu kemudian berganti Minggu pada hari berikutnya lalu Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at dan berulang Sabtu lagi dan berulang.Hanya tujuh hari itu dalam satu minggu.Kamis malam akrab kita kenal sebagai malam Jum’at.Sabtu malam sering disebut malam Minggu.Malam yang panjang, kata orang.Entah karena terpengaruh lagu yang tenar di akhir periode delapan puluhan sampai awal periode sembilan puluhan atau entah karena memang sebagian orang begitu menikmati malam Minggu sampai larut.Minggunya bisa digunakan untuk berlibur bersantai menjauh dari rutinitas atau sejenak jalan santai bersama keluarga atau teman-teman di jalan di hari bebas mobil, car free day. Itu bagi mereka yang mempercayai car free day itu ada. Baca selengkapnya “SelaSastra? Mari Kita Nikmati Saja *”

SelaSastra: Teknik Menulis dan Kerancuan-Kerancuan Lainnya

Mansur Muhammad

“Saya menulis dan, memang harus menulis. Setiap hari. Soal isi, pikir nanti. Apalagi teknik.” seloroh Pak Cucuk SP selaku pembicara dalam acara SelaSAstra tadi malam. Acara sederhana yang cukup unik ini diselenggarakan di kedai Boenga Ketjil milik Pak Andhi. Ruang berdesain nyentrik ini membuat nyaman siapa saja yang hadir. Entah sekedar ngobrol atau diskusi –semi resmi, seperti yang terjadi tadi malam. Banyak kalangan penulis dan penikmat sastra dari berbagai komunitas hadir di sana. Baca selengkapnya “SelaSastra: Teknik Menulis dan Kerancuan-Kerancuan Lainnya”

Cincin untuk Langit: Puisi Eka Budianta untuk Tanah Kelahiran

Anita Dhewy
Jurnalperempuan.org 22/8/2015

Minggu (16/08) bertempat di Galeri Cemara 6, Jakarta, penyair Eka Budianta meluncurkan kumpulan puisinya yang berjudul Cincin untuk Langit. Kumpulan puisi yang dimaksudkan sebagai persembahan pribadi untuk ikut merayakan 70 tahun terbangunnya Republik Indonesia ini banyak bertutur tentang desa kelahirannya, Ngimbang, yang terletak di Lamongan, Jawa Timur. Baca selengkapnya “Cincin untuk Langit: Puisi Eka Budianta untuk Tanah Kelahiran”

Antara Sastrawan dan Kritikus Sastra

Candra Adikara Irawan

“Jurnalisme Diam Sastra Bicara” (Seno Gumira Ajidarma)

Sehabis magrib, lampu padam. Ublik-ublik kecil menyala di atas meja-meja, membingkai lukisan-lukisan yang terpampang di dinding, hingga kami menikmati menunggu dengan saling bercakap di keremangan. Tak berapa lama, lampu menyala dan Mas Andhi Setyo Wibowo berkabar bahwa Pak Lik Rakhmat Giryadi sudah datang. Dimulailah, Selasastra #5 di Boenga Ketjil, membahas tentang kumpulan cerpen Pak Lik Giryadi yang berjudul “Mengenang Kota yang Hilang”. Baca selengkapnya “Antara Sastrawan dan Kritikus Sastra”