Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia di Kelas GSB Sabena Jogja

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA DI GSB
Awalludin GD Mualif

Gerakan Surah Buku (GSB) bersama Nurel Javissyarqi
Tanggal 27-28 April 2018, Pukul 21.00-03.00 WIB
Kelas GSB Sabena Jl. Taman Siswa
No: 13 a, Wirogunan, Yogyakarta.


Susastera, sebagai jagat dari tumbuh kembangnya kata-kata; dia selalu meruangi setiap pikir dan rasa manusia. Kata-kata, bisa berfungsi sebagai media komunikasi antar sesama, dapat pula bagi penyampai ideologi, dakwah, kritik, dan sebagainya. Continue reading “Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia di Kelas GSB Sabena Jogja”

Dari Yang Terekam Di Acara Bedah Buku Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia

: Sebuah Catatan Tengah *
Siwi Dwi Saputro

Ini adalah sebuah catatan yang sengaja saya unggah, di hari ke-9 setelah acara berlangsung pada tanggal 9 April yang lalu. Hal ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan yang baik alasan rasional ataupun irrasional. Seperti halnya Nurel yang mengatakan bahwa keberangkatanya ke Jakarta melalui stasiun Babat (dan dia sudah menjelaskan A sampai Z nya mengapa demikian), maka kalau saya boleh meminjam kata-kata Barthes tentang Semiotika** atau kalau saya lebih nyaman dengan mengatakan sebagai Superstition atau tahayul, pilihan saya mengapa saya unggah hari ini adalah: Continue reading “Dari Yang Terekam Di Acara Bedah Buku Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia”