Mantra Dodolitdodolitdodolibret-nya Seno Gumira Ajidarma Bukan Plagiat

Edi Sembiring
http://www.edisantana.blogspot.com/

Orang meributkan Dodolitdodolitdodolibret -nya Seno Gumira Ajidarma adalah hasil memplagiat cerpen Leo Tolstoy yang berjudul Tiga Pertapa. Sebaiknya jangan secepat itu menuduhnya, karena justru baik Tolstoy maupun SGA menuliskan cerpennya terinspirasi pada kisah Yesus yang mengajarkan doa Bapa Kami dan melarang untuk bertele-tele dalam berdoa (Injil Matius 6: 7 – 8. : Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Continue reading “Mantra Dodolitdodolitdodolibret-nya Seno Gumira Ajidarma Bukan Plagiat”

Cerpen Terbaik Kompas 2010, Cerpen Plagiat?

Gibb
sinekdoke.blogspot.com

Saya bukan orang yang terjun di dunia sastra, bukan penulis, apalagi kritikus. Sebagai orang yang awam seperti itu, seperti ada semacam persetujuan di dalam benak saya. Sebuah persetujuan bahwa Kompas adalah salah satu barometer sastra Indonesia, melalui cerpen-cerpen yang diterbitkan tiap hari minggu. Pendapat ini tentu tidak tepat, maklumi saja, kompas adalah media yang sangat besar, dan saya adalah penikmat awam. Continue reading “Cerpen Terbaik Kompas 2010, Cerpen Plagiat?”

Cerpen Pilihan Kompas: Dodolitdodolitdodolibret Cerpen Terbaik

Pepih Nugraha
Kompas 27 Juni 2011

“Dodolitdodolitdodolibret” karya Seno Gumira Ajidarma terpilih sebagai cerita pendek (cerpen) terbaik Kompas 2010 yang diumumkan pada penganugerahan Penghargaan Cerpen Kompas 2011 di Bentara Budaya Jakarta, Senin (27/06/2011) malam. “Dodolitdodolitdodolibret” menyisihkan 17 cerpen lainnya yang dipilih dari 52 cerpen sepanjang tahun 2010. Continue reading “Cerpen Pilihan Kompas: Dodolitdodolitdodolibret Cerpen Terbaik”

Oase Estetik di Tengah Modernitas: Sebuah Spirit Festival Kampung Cempluk 2011

Denny Mizhar *

Kampung, dengan adanya modernitas yang salah satunya ditandai dengan pembangunan membuatnya terpinggirkan. Lahan-lahan pertanian yang dijadikan mata pencaharian masyarakat kampung berubah menjadi perumahan mewah , rumah toko bahkan mall. Begitu pula dengan semangat gotong royong menjadi terkikis dengan sifat individualis masyarakat modern. Kesenian tradisional yang menjadi spirtualitas ekpresi masyarakat pun sudah jarang ditemui karena media-media yang lahir dari modernitas bermunculkan yang menawarkan kesenangan sesaat dan populer. Continue reading “Oase Estetik di Tengah Modernitas: Sebuah Spirit Festival Kampung Cempluk 2011”

Bahasa ยป