Halimi Zuhdy
Sekilas kita melihat sastrawan adalah orang-orang yang hanya berkutat dengan teks, mengasingkan diri menemukan imajinasi, melahirkan buku yang indah, berkhayal ria, suka memprotes tanpa aksi, memanjat panggung untuk menghibur, lahir untuk berhayal, mencipta puisi-puisi tanpa henti, menoreh cerpen, novel, roman dan drama- hanya untuk menghibur. Benarkah asumsi tersebut? Continue reading “Menimbang Kehadiran Sastrawan di Dunia”
