PANCANA, KAMPUNG PENULIS SASTRA TERPANJANG DI DUNIA

Jamrin Abubakar
http://www.kompasiana.com/jamrin_abubakar

MULANYA tidak begitu dikenal dan dianggap biasa saja, namun ketika Seminar Internasional I La Galigo digelar tahun 2002 yang dihadiri sejumlah seniman, budayawan dan peneliti dari berbagai Negara, praktis Desa Pancana begitu terkenal. Terbilang mengejutkan, sebelumnya tak banyak yang tahu kalau desa itu punya latar belakang sejarah dan budaya yang amat menarik. Bahkan merupakan salah satu pusat sastra dunia yang ditulis pujangga asli Bugis. Continue reading “PANCANA, KAMPUNG PENULIS SASTRA TERPANJANG DI DUNIA”

Buku Kontribusi Sastrawan Bali pada Perubahan Sosial

Rofiqi Hasan
http://www.tempointeraktif.com/

Sebuah buku yang mendokumentasikan dan mengkaji sumbangan para sastrawan Bali pada perubahan sosial dan pencarian identitas budaya diluncurkan di Denpasar. Buku berjudul A Literary Mirror: Balinese Reflections on Modernity and Identity in the Twentieth Century diangkat dari disertasi dosen Fakultas Sastra Universitas Udayana, Bali, Nyoman Darma Putra. Continue reading “Buku Kontribusi Sastrawan Bali pada Perubahan Sosial”

Cerpen-Cerpen Mutakhir Indonesia: Membaca Bencana Alam Sekadar ‘Force Majuere’

Iwan Gunadi *
Lampung Post, 13 Des 2009

Meski Indonesia terbilang sering dilanda bencana alam, termasuk dalam skala korban yang besar, sejak dulu, tak banyak karya sastra yang mengeksplorasinya.

KITA mafhum, Indonesia rawan gempa. Kita juga mafhum, Indonesia akrab banjir. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diwanti-wanti menghadapi letusannya, tapi yang lebih dulu menghentakkan malah gempa yang menewaskan ribuan penduduk di DIY dan Jawa Tengah, akhir Mei 2006. Continue reading “Cerpen-Cerpen Mutakhir Indonesia: Membaca Bencana Alam Sekadar ‘Force Majuere’”

Bahasa ยป