JEJAK RAJA AIRLANGGA DI BHUMI LAMONGAN

Yok’s Slice Priyo

Tulisan ini sebuah ringkasan, dari rintisan penulis untuk menguraikan jejak-jejak kuno baik berupa prasasti dan juga situs-situs candi yang masih terpendam di bumi Lamongan. Semoga bisa memberikan manfaat bagi seluruh Masyarakat Lamongan khususnya dan semua pihak secara umum.

“Lamongan menyimpan data yang luar biasa mengenai Prabu Airlangga. Airlangga itu raja besar malah lebih besar dari Hayam Wuruk. Dari disertasi saya saja sudah 7 artikel saya buat tentang Airlangga, yang paling lengkap ingin saya sampaikan di Lamongan supaya orang Lamongan bisa bangga dengan leluhurnya”, Dr. Ninie Soesanti arkeolog UI. Continue reading “JEJAK RAJA AIRLANGGA DI BHUMI LAMONGAN”

Peperangan boemipoetra VS TUK ‘Tak Kunjung Padam

El Dhamar Waja Bahureksa

Sudah terlalu lama tidak menulis dan membuat sekumpulan kertas kerja membuat saya canggung untuk memilih perbendaharaan bahasa yang sungguh teramat sedikit. Kebingungan itu, terpaksa saja saya tepiskan mengingat seorang kawan tiba-tiba berkunjung dengan gaya yang masih sama dengan bertahun lalu. Kunjungan pertama tidak membicarakan hal-hal penting selain menjadi reuni keluarga yang seolah diberantakkan oleh peperangan. Kunjungan kedua, yang konon sekedar “mampir” dari perjalanan pemuasan hasrat. Continue reading “Peperangan boemipoetra VS TUK ‘Tak Kunjung Padam”

Slamet Riyanto dan Karakter Anak Bangsa

Irene Sarwindaningrum
Kompas, 12 Des 2008

BELAJAR bahasa asing tak berarti menjadi orang asing. Prinsip inilah yang mendasari niat Slamet Riyanto menyadur dongeng di Nusantara ke dalam bahasa Inggris. Dari balik barisan perbukitan, guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Wonosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, ini berusaha menjaga anak bangsa agar tak menjadi asing terhadap budaya sendiri. Continue reading “Slamet Riyanto dan Karakter Anak Bangsa”

Pelukis Salim (1908-2008)

Ajip Rosidi *
Pikiran Rakyat,13 Des 2008

PADA 2 September 2008 dibuka pameran lukisan Salim di Galeri Nasional, Jakarta, sebagai penghormatan kepada pelukis kita yang seumur hidupnya di Eropa, terutama Paris yang bertepatan dengan usianya genap 100 tahun pada 3 September. Dia dilahirkan di suatu daerah di Sumatra Timur, dekat Medan, pada 3 September 1908. Tidak sampai sebulan setengah kemudian, 13 Oktober 2008, Salim meninggal dunia di Paris. Continue reading “Pelukis Salim (1908-2008)”

Bahasa »