Paten Kebudayaan

Mikhael Dua*
Suara Pembaruan, 1 Des 2007

POLEMIK mengenai lagu Rasa Sayange, tarian Reog Ponorogo, dan kritik terhadap Malaysia belum juga berhenti. Pasalnya, kedua produk kultural tersebut digunakan sebagai jingle dalam iklan Truly Asia oleh pihak Malaysia. Beberapa tokoh masyarakat di Indonesia angkat bicara. Continue reading “Paten Kebudayaan”

Asian International Art Exhibition XXII: Dilema Seni di Asia

Bambang Sugiharto *
Pikiran Rakyat, 8 Des 2007

SENI adalah artikulasi sekaligus representasi dinamika budaya dan masyarakat. Dari sisi modernitas, kebanyakan negara-negara di Asia adalah negara-negara yang baru muncul. Dalam berbagai bentuk dan dinamikanya mereka masih bergumul untuk berkembang dan membentuk pola eksistensinya masing-masing. Proses-proses tersebut membawa jebakan dan situasi-situasi dilematis tertentu. Artikel ini hendak mengangkat lapisan-lapisan dilema itu dan kemudian merumuskan ulang posisi seni di dalamnya. Continue reading “Asian International Art Exhibition XXII: Dilema Seni di Asia”

Puisi, Prosa, dan Politik: “Keadilan Sudah Ditegakkan!”

Arya Gunawan*
Kompas, 9 Des 2007

“Keadilan sudah ditegakkan!”

Takdir berteriak berulang-ulang di depan ratusan ribu massa di depan Istana Merdeka. Ratusan massa lainnya tampak berdiri di atap Istana Merdeka, berteriak di depan patung Garuda Pancasila, menggoyang- goyangnya, bernyanyi mengentak enam tiang putih raksasa bagai kaki Zeus yang lesu kehilangan cinta Hera. Mereka mengibarkan bendera spanduk warna-warni melawan angin yang bertiup kencang dari Monas. Continue reading “Puisi, Prosa, dan Politik: “Keadilan Sudah Ditegakkan!””

Lagu Puisi, Musik dari Sanubari

Putu Fajar Arcana, Frans Sartono

MENGAPA jika puisi kita dinyanyikan cenderung berkesan sendu dan bahkan seperti mencerminkan dunia yang suram? Pertanyaan itu sebetulnya tidak diperuntukkan pada musik sebagai bahasa pembentuk nyanyian, tetapi mempersoalkan kecenderungan puisi-puisi modern kita yang dipenuhi kemurungan di sana-sini. Setelah era Rendra dan kemudian Sutardji Calzoum Bachri tahun 1970-an sampai 1980-an, dimulai dari Sapardi Djoko Damono puisi-puisi yang lahir dari para penyair, seperti tak henti mendedahkan kemurungan. Continue reading “Lagu Puisi, Musik dari Sanubari”

Bahasa ยป