Karya di Tengah Silang Sengkarut

Ahda Imran
Pikiran Rakyat, 29 Des 2007

SEBUAH obrolan selepas di depan Taman Budaya Kalimantan Timur seusai Kongres Cerpen Indonesia V di Banjarmasin, 26 Oktober 2007 yang lalu.

Di situ ada Saut Situmorang, Isbedy Stiawan Z.S., Ari Pahala Hutabarat, Oyos Saroso HN, dan cerpenis Trianto Triwikromo. Hanya sebuah obrolan santai sambil saling berseloroh. Tapi tiba-tiba suasana menjadi serius dan panas. Continue reading “Karya di Tengah Silang Sengkarut”

Hikayat Benda-benda

Ilham Khoiri
Kompas, 15 Feb 2009

APA makna botol air mineral, tutup ember, kantong plastik, atau caping petani? Dalam dunia Agus Nur Amal (39), pendongeng asal Aceh yang dijuluki PM TOH, beragam benda keseharian itu bisa dijadikan alat peraga monolog. Dalam pentas, benda-benda itu dimainkan untuk mengajak kita berimajinasi, menjelajahi alam mitologi, sekaligus mengomentari persoalan sosial-politik aktual. Continue reading “Hikayat Benda-benda”

Antara Putu Wijaya dan Asalnya…

Tidak Ada Saling Intervensi, Kalah Menang Atas Asal…

IBM. Dharma Palguna
balipost.com

MENGAPA karya-karya Putu Wijaya yang jauh dari tema Asal justru mengingatkan seorang pembaca seperti saya tentang asal?

Dalam sastra klasik pengarang itu dicitrakan sebagai pengembara estetis. Satu pertanyaan yang paling sering ditujukan kepada seorang pengembara, di mana pun dan kapan pun, adalah ”dari mana ia datang”. Itulah pertanyaan streotip tentang Asal. Continue reading “Antara Putu Wijaya dan Asalnya…”

Bahasa ยป