Benarkah sastra indonesia itu ada ?

Yogi Sutopo

Esensi dari sastra adalah sebuah karya yang lahir dari eksistensi sastra itu sendiri. Eksistensi sastra akan sangat mudah dilihat jikalau mampu melahirkan banyak karya sastra. Namun sebelum membahas lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui pengertian sastra sendiri itu seperti apa. Pengertian sastra sampai sekarang masih sangat subyektif, dalam artian tidak ada patokan yang jelas untuk mendeskripsikannya. Namun dari yang sering dikatakan oleh para pakar sastra, pengertian sastra adalah karya imaginatif yang bermediumkan bahasa dan berunsur estetis puitis. Continue reading “Benarkah sastra indonesia itu ada ?”

#Koinsastra, Melawan Pembiaran

Khrisna Pabichara
Kompas, 10 April 2011

BERMULA dari kecemasan Pengurus Yayasan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, lewat Ajip Rosidi, jika hibah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak segera dikucurkan dalam tenggat dua bulan, lembaga itu akan gulung tikar. Kekhawatiran terhadap penutupan lembaga yang didirikan oleh Paus Sastra Indonesia HB Jassin itulah yang mendorong lahirnya gerakan #Koinsastra. Continue reading “#Koinsastra, Melawan Pembiaran”

Perang dan Damai Martin Aleida

Sarie Febriane, Aryo Wisanggeni G
Kompas, 10 April 2011

NYARIS seluruh cerita pendek dan novelnya tak lahir di rumah ini. Bukan apa-apa, kala di rumah, dia lebih tergerak menyapu atau menanak nasi ketimbang menulis. Begitulah Martin Aleida (67), sang sastrawan.

Pagi itu, Martin sudah menunggu kami di mulut gang, sekitar 10 meter dari rumahnya di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tubuhnya yang jangkung ramping dibalut kaus polo, celana bermuda, dan bersepatu olahraga. Martin tampak segar bugar di usia lanjut. Continue reading “Perang dan Damai Martin Aleida”

Sejarah Surat, Sejarah Diri

Fanny Chotimah
Suara Karya, 9 April 2011

UMUR surat-menyurat setua manusia saat berbahasa dan mengenal tulisan. Di Mesir, ditemukan 15 surat peninggalan masa Old Kingdom (sekitar 2686-2181 SM) ke masa New Kingdom (1550-1069 SM). Surat-surat ini dari sanak keluarga—suami, istri, anak—untuk kerabat yang baru saja meninggal. Kepercayaan orang Mesir bahwa orang yang sudah meninggal masih memiliki kekuatan, maka mereka menulis surat dalam sebuah mangkuk, papirus, atau kain linen yang ditaruh di dalam kuburan mumi. Continue reading “Sejarah Surat, Sejarah Diri”

Bahasa »