Kosmos Perteateran Lokal (Ala) Jombang

Wong Wing King
Radar Mojokerto-Jombang 16 Jan 2011

Akhir dan awal tahun gedung PSBR benar-benar sibuk. Aktivitas yang luar biasa terjadi disana, sesuatu yang biasanya tampak mewah, eskuisif di sajikan murah meriah. Pun oleh panitia dengan memasang spanduk beserta sang empunya kota tertulis besar “tontonan rakyat”. Panitia tak menyadari, pemilihan kata rakyat, jelas berbanding terbalik dan lurus dengan nama pemerintah, berbeda kalau tontonan “masyarakat”. Beserta itu suport dan fasilitas yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan Jombang (DEKAJO) adalah wujud aprisiasi pada seni budaya lokal, sebagai identitas kota? Continue reading “Kosmos Perteateran Lokal (Ala) Jombang”

Puisi itu…! Menerjang Pecundang

Sabrank Suparno

Detik detik penutupan serangkaian acara Gebyar Pesta Seni Rakyat Jombang yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jombang (DeKaJo) beserta lembaga terkait di gedung PSBR, dipungkasi dengan pertunjukan Teatrikalisasi-Puisi-Musik persembahan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Jombang angkatan 2009. Pementasan sesi pertama digelar pukul 15:30 dan pementasan ulang pukul 19:00, dengan 4 judul puisi sekaligus: Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta dan Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya WS. Rendra, Menghisap Kelembak Menyan karya Emha Ainun Nadjib, dan terakhir MAJOI (Malu Aku Jadi Orang Indonesi karya Taufik Ismail). Continue reading “Puisi itu…! Menerjang Pecundang”

Reformasi basa basi bung!

Heri Latief
http://pembebasan-sastra.blogspot.com/

seorang teman fb namanya filep mambor, asalnya dari papua, ia bilang gini: “jadi rindu 12 tahun silam. di jalanan berdemo ria tanpa pesanan sponsor tanpa iming2 amplop cumak inginkan supaya keadaan bisa jadi lebih baik, lebih demokratis. gak taunya malah seperti ini: “reformasi mandul”. Continue reading “Reformasi basa basi bung!”

Malam Lentera Sastra Sepuluh (Versi Besut Urakan)

Sabrank Suparno

Malam kerap meyembunyikan hal yang tak terduga. Dimikianlah kiranya. Karena dalam kegelapan, benda terhijab daya pantulnya ke indera. Yang artinya bukan mata yang tak mampu melihat, tapi benda kekurangan syarat berposisi sebagai bagian rumus kealaman.

Keganjilan sesuatu terjadi di Malam Lentera Sastra Sepuluh ini. Nyeleneh. Sebuah kajian diskusi sastra, diadakan oleh sekelompok komunitas mahasiswa AMIK (Akademi Manajemen Informatika dan Komputer) Jombang: Kampus yang bertempat di jalan KH. Hasyim Asy’ari no 5. Continue reading “Malam Lentera Sastra Sepuluh (Versi Besut Urakan)”

MITOS KEKUASAAN

Puji Santosa

Kekuasaan dimitoskan sebagai zat kudus, yang suci dan sakral sebagai berkas-berkas cahaya kekuatan Illahi sang penyelenggara makhluk (kang murbeng dumadi). Oleh karena itu, kekuasaan dipandang sebagai daya kosmis, semacam zat yang tunduk terhadap hukum kekekalan massa. Dari satu masa ke masa, dari zaman ke zaman, dan dari satu dinasti ke dinasti lainnya jumlah total massa zat kekuasaan itu tidak pernah bertambah atau berkurang. Continue reading “MITOS KEKUASAAN”

Bahasa »