Leonowens SP Penulis 30 Buku Karya Sastra dalam Setahun

Kirim Naskah Harus Turun Gunung Sejauh 125 Km
Agus Wirawan
http://www.riaupos.com/ &JawaPos

Berada di atas gunung dengan fasilitas minim tidak membuat Leonowens SP tinggal diam. Berkat kerja kerasnya, pria 33 tahun itu sukses mencetak rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai penulis buku sastra terbanyak dalam setahun. Dia mampu melahirkan 30 buku sastra pada 2009-2010.

Hidup bersama alam telah menjadi cita-cita Leonowens SP Meski terlahir dan besar di kota metropolitan, anak pertama dari pengusaha di Jakarta ini memilih tinggal di pegunungan agar bisa menikmati keindahan alam. Continue reading “Leonowens SP Penulis 30 Buku Karya Sastra dalam Setahun”

Profil Novelis Kursi Roda dari Malang

Nur Cholish Zaein, Taufik Alwie
http://www.gatra.com/

Sulit membayangkan betapa beratnya menjalani hidup dengan kedua tangan dan kaki tak berfungsi. Apa yang bisa dilakukan dengan keterbatasan fisik tadi? Ah, ternyata bagi Ratna Indraswari Ibrahim, kekurangannya itu tidak menjadi halangan untuk berkarya dan menjalani hidup dengan ceria dan penuh optimisme.

Siapa mengira, perempuan 61 tahun yang akrab disapa Mbak Ratna itu telah menghasilkan karya-karya di bidang sastra. Subhanallah! Karyanya yang berbentuk antologi cerita pendek ataupun novel tersebar di pelbagai media cetak, juga dalam bentuk buku. SebutlahMenjelang Pagi (1995), Dua Tengkorak (2000), dan Lakon di Kota Kecil (2001). Continue reading “Profil Novelis Kursi Roda dari Malang”

Sinerginya Sastrawan dengan Aparat

Sabrank Suparno

Secara filologis, nilai sastra di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1998. Perubahan itu dipengaruhi oleh bergulirnya reformasi: terbukanya pagar demokrasi terpimpin (zaman Soeharto). Masa reformasi ini kemudian membentuk entitas baru, dimana sistem kebebasan menjadikan gerakan apapun tampil seperti harimau lapar yang berlarian keluar dari ladang. Senyawang pintu pagar terbuka lebar. Continue reading “Sinerginya Sastrawan dengan Aparat”

Bahasa ยป