Membengkaknya Sastra Facebook

Yesi Devisa Putri*
surya.co.id

Media cetak memberi porsi untuk sastra dalam tempat terbatas. Itu yang membuat pegiat sastra menjadi gerah karena kurangnya lahan untuk memublikasikan karyanya. Hingga pada akhirnya mereka beralih media. Facebook menjadi salah satu alternatif media untuk menjadi “ruang pamer” sekaligus tempat mendokumentasian hasil cipta, rasa, dan karsa mereka. Continue reading “Membengkaknya Sastra Facebook”

Besutan Sebagai Bingkai Inspirasi Sosial

Sabrank Suparno

Di Jombang, seni Besutan tergolong pementasan teater tradisional. Istilah ‘Besut’ diambil dari kiroto boso (kiro-kiro boso seng ceto) yang artinya “mbeberno maksud’// memaparkan uneg-uneg dan tujuan.

Seni besutan di Jombang pertama kali diperankan oleh Pak Santik (1894-1897) saat Pak Santik menjadi abdi dalem di kantor Kabupaten Jombang. Selain sebagai abdi dalem Kabupaten, Pak Santik juga sebagai petani tulen. Sembari menunggu hasil panen itulah Pak Santik mengisi hari-hari luangnya dengan mengamen keliling. Continue reading “Besutan Sebagai Bingkai Inspirasi Sosial”

Pertobatan Seorang Pengasong Rokok

Salman Rusydie Anwar

Saya bersyukur kepada Allah SWT karena telah diberi kesempatan untuk mengawali tahun baru 2010 dengan suatu perbuatan yang saya sangka itu adalah baik. Dalam suatu hari yang tak terduga, tepat dijantung keramaian kota Jogja, dan lebih tepatnya lagi di sebuah mushalla yang ada di salah satu tempat taman bermain, saya dibuat terpukau oleh suara seseorang yang sedang mengaji yang kebetulan dia adalah seorang pengasong rokok eceran. Continue reading “Pertobatan Seorang Pengasong Rokok”

Mengkritik Pendidikan dan Karakter Para Guru

Pameran Seni Visual “Guru Oemar Bakrie”

Yuyuk Sugarman
sinarharapan.co.id

Dunia pendidikan kita tengah mengalami peluruhan dalam upaya membangun dan membentuk karakter manusia Indonesia yang beradab serta berakal budi.

Banyak hal tentunya yang menyebabkan peluruhan ini. Ada yang menuding ini akibat sistem pendidikan ataupun kurikulum. Ada juga yang berpendapat ini akibat kualitas dan kesejahteraan guru yang tak diperhatikan. Selain itu, dilatarbelakangi juga oleh fasilitas sekolah yang sangat minim. Continue reading “Mengkritik Pendidikan dan Karakter Para Guru”

ZAMAN EDAN: ZAMAN PENUH KUTUKAN

Puji Santosa
http://www.facebook.com/

Kalatidha adalah salah satu judul karya sastra yang ditulis oleh Raden Ngabehi Ranggawarsita seputar tahun 1861. Karya ini merupakan kritik sosial profetis yang menggambarkan akan datangnya masa sulit, suram, rusak, dan tidak menentu yang disebut sebagai zaman edan. Pada zaman itu negara demikian kacau-balau, undang-undangnya tidak dihargai, derajat negara menjadi suram, dan rakyat semakin rakus dan loba. Hal ini mengingat pada tahun 1858 raja Surakarta, Sinuhun Paku Buwana VII meninggal dan digantikan oleh adik tirinya Kusen dengan gelar Paku Buwana VIII. Continue reading “ZAMAN EDAN: ZAMAN PENUH KUTUKAN”

Bahasa »