Tulis Saja, Jangan Berpikir?!

Diana AV Sasa
http://indonesasa.wordpress.com/

? Mulai lah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draft pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir?.

Itu adalah pelajaran pertama Jamal Wallace dari seorang penulis terkenal yang hanya menerbitkan satu buku kemudian menghilang, dan meraih Pulitzer, William Forrester. Continue reading “Tulis Saja, Jangan Berpikir?!”

Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (II)

http://www.facebook.com/
Ruang Putih Jawa Pos [ Minggu, 15 Agustus 2010 ]
Belajar Sentosa dengan Arif

ARIF B. Prasetya -penyair, cerpenis, dan kurator kelahiran Madiun itu- merintis karir kepenulisan di Bengkel Muda, Surabaya, ketika berkuliah di ITS. Dia lantas menikah dan bermukim di Bali. Relatif tenang, tanpa gegar budaya yang menyeruak ke permukaan sebagai teks sastra, tidak seperti Oka Rusmini yang gerah dimarjinalkan oleh lingkungan padahal dirinya hanya mengutamakan cinta. Continue reading “Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (II)”

Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (I)

http://www.facebook.com/
MENYAMBUNG TULISAN AF TUASIKAL; “Menegakkan Estetika Alternatif”
Oleh: Beni Setia
KOMPAS JATIM CETAK: Jumat, 13 Agustus 2010 | 15:50 WIB

Tulisan AF Tuasikal, “Birokratisasi Sastra Jawa Timur” (Kompas, 29/7), meski hanya menyasar puisi dan inventarisasi penyair, sebenarnya menyodok dominasi Dewan Kesenian Jawa Timur di satu sisi dan kecenderungan adanya dominasi estetika yang amat mendikte selera redaksi, kurasi antologi bersama, serta aspek kebermutuan puisi mutakhir. Sebuah gugatan yang menohok tetapi dengan beberapa salah asumsi. Continue reading “Tulisan Beni Setia dikelenceki Saut Situmorang (I)”

Bahasa ยป