Selamat Jalan Achdiat Kartamihardja?

D.day *
luar-negeri.kompasiana.com

Kamis 8 July 2010 sekitar jam 11 siang, seorang teman memanggil namaku, ada kabar duka pak Achdiat Kartamihardja meninggal dunia..ucapnya Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. ucapku tercekat.

Nama Achdiat K Mihardja, seorang sastrawan besar sudah saya kenal dan kagumi sejak saya duduk di bangku SMP. Pada masa SMP dan SMA memang ada mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, dan sering kali kita diperkenalkan untuk mengapresiasi karya-karya sastra Indonesia, dan nama Achdiat K. Mihardja adalah salah satu diantara sastrawan tersebut, Continue reading “Selamat Jalan Achdiat Kartamihardja?”

Hebatnya Pengamen Sastra Jalanan

Wijaya Kusumah*
http://umum.kompasiana.com/

Hari ini saya mendapatkan telepon dari staf dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas, bapak Sarwin. Beliau mengabarkan bahwa kata pengantar dari Dirjen PMPTK, Bapak Baedhowi untuk buku Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sudah selesai dan bisa diambil sore hari. Buku PTK ini sangat bermanfaat untuk teman-teman guru di seluruh Indonesia. Sejak disahkannya UU no. 14 th. 2005 tentang guru dan dosen, dan berlakunya peraturan pemerintah nomor 74 th. 2008 tentang kulifikasi guru, membuat para guru dituntut untuk bisa melakukan PTK. Continue reading “Hebatnya Pengamen Sastra Jalanan”

Krisis Identitas Sastra Indonesia dan Malaysia

Sita Planasari A
http://www.tempointeraktif.com

Banyak sudah karya sastra yang membahas krisis identitas dalam perilaku anak negeri seperti Salah Asuhan karya Abdoel Moeis, dan Anak Semua Bangsa karya Pramoedya Ananta Toer. Ini juga terjadi pada cerita pendek dari negeri jiran, Salah Pimpin dan Cerita Sepanjang Jalan IX karya sastrawan Malaysia, Keris Mas. Perbandingan karya sastra Indonesia dan Malaysia dalam membidik krisis identitas tersebut menjadi salah satu tema yang dibahas dalam Konferensi Internasional Kesusasteraan yang digelar kemarin di Hotel Maharaja, Jakarta. Continue reading “Krisis Identitas Sastra Indonesia dan Malaysia”

BAYI-BAYI BESAR SASTRA INDONESIA

Nurel Javissyarqi

Bermula dari sms kawan Fahrudin: “Rel, Geladak Sastra #3 diskusi dg tema GAIRAH MENULIS MENEMBUS KORAN. Kamu jd pembicara ya? Nanti sama Bandung Mawardi dr Solo.” Lalu aku telpon: “Den, tema itu kan tidak cocok denganku?” Dijawablah: “Makanya dibenturkan.” Lantas aku timpali: “Ok kalau begitu.” Tak berselang lama sms lagi: “Gaweo tulisan Rel, temane Gairah Menulis Menembus Koran.” Dan dari status facebook ini, aku coba menuangkan. Continue reading “BAYI-BAYI BESAR SASTRA INDONESIA”

Pemartabatan Sastra dan Ironi Hadiah Mastera

Wowok Hesti Prabowo
infoanda.com/Republika

Dalam seminar Mabbim (Majelis Bahasa Brunei Indonesia dan Malaysia) dan Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) di Jakarta, 7-8 April 2008, diberikan penghargaan kepada dua ‘penulis muda’ Indonesia. Yang pertama, Penghargaan Pusat Bahasa diberikan kepada Habiburrahman El-Shirazy, dan yang kedua Penghargaan Mastera diberikan kepada Ayu Utami. Continue reading “Pemartabatan Sastra dan Ironi Hadiah Mastera”

Bahasa ยป