Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id
Tak ada yang pernah kuno dalam sebuah budaya. Satu lagi, serat warisan Nusantara, Centhini, telah mendampingi I La Galigo dalam pelayaran epos-epos abadi di dunia.
Serat yang aslinya bernama Suluk Tambangraras-Amongraga ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ada dalam khasanah Sastra Jawa Klasik karya bersama dari Raden Sutrasna, Raden Ngabehi Yasadipura II, dan Raden Ngabehi Sastradipura. Continue reading “Lampion Sastra: Serat “Centini” dan Sastra Erotis”
