Lelaki, Daerah, dan Estetika Sastra

Malam Anugerah Sayembara Novel DKJ 2006

Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Tidak benar bahwa lelaki penulis tak produktif dan tak berkualitas dalam dunia kesusasteran Indonesia masa kini. Pernyataan itu secara eksplisit sempat diungkapkan Ahmad Tohari menjelang pengumuman dari Dewan Juri atas lima pemenang novel Dewan Kesenian Jakarta di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jumat (9/3). Lima pemenang lomba kali ini bahkan seluruhnya lelaki. Continue reading “Lelaki, Daerah, dan Estetika Sastra”

SEBELUM JADI PENULIS, JADILAH PEMBACA YANG RAKUS

Petikan diskusi Ahmad Tohari dengan para murid SMU Pelita Harapan

ruangbaca.com

CAHAYA pagi masih melumuri lapangan basket SMU Pelita Harapan, Karawaci. Dua tim pelajar sedang baku serang untuk membukukan kemenangan. Tak jauh dari lapangan, terlindung dari sinar mentari yang hangat, sepetak ruang yang tersambung dengan kantin siswa disulap menjadi tempat pameran di mana ratusan buku terhampar. Continue reading “SEBELUM JADI PENULIS, JADILAH PEMBACA YANG RAKUS”

Tegal dan Banyumas Lupa Bahasa Ibunya…

Siwi Nurbiajanti, Susana Rita
http://cetak.kompas.com/

Ada resah dalam diri penulis novel dan budayawan asal Banyumas, Ahmad Tohari. Keresahan yang dialami beberapa tahun belakangan ini saat melihat keluarga muda di Purwokerto, Jawa Tengah, mulai enggan menggunakan dan mengajarkan bahasa Jawa dialek Banyumasan yang ngapak-ngapak.

Ada beragam alasan untuk meninggalkannya. Padahal, bahasa Jawa yang didominasi dengan penggunaan vokal A ini adalah turunan asli bahasa Jawa kuno dan sarana komunikasi yang demokratis. Continue reading “Tegal dan Banyumas Lupa Bahasa Ibunya…”

BELAJAR MENULIS DARI DINAR RAHAYU

Sutejo
Ponorogo Pos

Dinar Rahayu adalah sosok perempuan mutakhir yang beberapa tahun lalu dikukuhkan Nirwan Dewanto sebagai tokoh 2005 bersama Sitok. Dia adalah perempuan yang oleh MSNB.Com. dan situs Puisi.Net disinggung sebagai perempuan tradisonal berjilbab tetapi menguak seksualitas, dan karena itu, ia dikeluarkan dari sekolah di mana ia mengajar. Ia mengungkap aspek masokisme dan perilaku transeksual dalam bungkus mitologis Skandinavia. Menabrak tradisi? Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI DINAR RAHAYU”

TANPA JUDUL ke KAWAN SAUT SITUMORANG (3)

Saut Situmorang, Timur Sinar Suprabana

SINAR TIMUR SUPRABANA:

senang langsung kau sambar. wis ngene wae…. soal BOEMIPOETRA VS TUK, jadikanlah SEBAGAI PERANG BOEMIPOETRA yang BOEMIPOETRA PIKIR SEDANG MELAWAN TUK. aku, tak gegawe wae. menulis sajak. sebab, setahuku…, TUK yang BOEMIPOETRA lawan habishabisan itu jebul mung malah singsotsingsot di sela mencurahkan energi kerja dan kecerdasannya. jadi, SELAMAT BERPERANG. SELAMAT merasa MENANG. Continue reading “TANPA JUDUL ke KAWAN SAUT SITUMORANG (3)”

Bahasa ยป