Diah Hadaning Di Usia 70 Tahun, Luncurkan Antologi 700 Puisi

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Dalam blantika perkembangan sastra Indonesia, semakin bermunculan nama-nama penyair wanita, termasuk produktifitas karyanya yang luar biasa. Salah satunya Diah Hadaning yang di usia 70 tahun, menerbitkan antologi 700 puisi dari lebih 1000 puisi yang dihasilkan selama 37 tahun. Diah Hadaning menulis puisi sejak 1973 ketika usia 33 tahun. Antologi bertajuk 700 Puisi Pilihan : Perempuan Yang Mencari, diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jumat 7 Mei 2010 dalam kaitan ulangtahun ke-70. Continue reading “Diah Hadaning Di Usia 70 Tahun, Luncurkan Antologi 700 Puisi”

Zawawi Imron: Tak Ada Alasan untuk Tidak Mencintai Indonesia

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Hingga tak terpikir lagi bagi kami untuk membayarnya, lalu kami tambah lagi dengan utang-utang baru. Barangkali utang itu sejenis iblis yang tidak boleh memasuki pintu rumah kami. Kalau utang itu telah menjadi bulu rambut dan bulu ketiak dan tak sempat kami lunasi….

Jakarta ? Petikan puisi bebas itu adalah salah satu puisi yang dibacakan penyair D Zawawi Imron selain sajaknya yang lain seperti ?Ibu? dan ?Zikir?, yang dia lantunkan sesuai orasi budaya di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (28/11). Continue reading “Zawawi Imron: Tak Ada Alasan untuk Tidak Mencintai Indonesia”

Putu Wijaya, Sejak Remaja Sudah Menggemari Sastra

Faidil Akbar
suarakarya-online.com

Putu Wijaya yang kita kenal sebagai sastrawan mempunyai nama yang cukup panjang, yaitu I Gusti Ngurah Putu Wijaya. Dari namanya itu dapat diketahui bahwa ia berasal dari Bali. Putu memang dilahirkan di Puri Anom, Tabanan, Bali pada tanggal 11 April 1944.

Pada masa remaja ia sudah menunjukkan kegemarannya pada dunia sastra. Saat masih duduk di sekolah menengah pertama di Bali, ia mulai menulis cerita pendek dan beberapa di antaranya dimuat di harian Suluh Indonesia, Bali. Continue reading “Putu Wijaya, Sejak Remaja Sudah Menggemari Sastra”

Taman Budaya Bali, Sebuah Percontohan

Eka Fendri Putra
http://www.suarakarya-online.com/

Sebuah patung Kumbakarna berukuran tinggi sekitar lima meter, hasil sentuhan tangan terampil seniman I Wayan Nyungkal asal Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu hiasan halaman Taman Budaya Denpasar. Kehadiran patung Kumbakarna tersebut sekaligus menjadikan Taman Budaya Bali sebagai sebuah percontohan bagaimana sebaiknya sebuah taman budaya dibangun yang sesuai dengan impian para seniman. Continue reading “Taman Budaya Bali, Sebuah Percontohan”

Goenawan Nilai Pram Egois

Diskusi Sastra Karya Pramudya
Syarifudin
http://www.suarakarya-online.com/
baca ini http://www.sastra-indonesia.com/2010/06/pertukaran-pendapat-antara-goenawan-mohamad-dan-pram/

Sastrawan Pramoedya Ananta Toer telah meninggal dunia, 30 April 2006 lalu. Jasadnya pun telah dikebumikan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Bagaimana dengan karya-karya sastra yang telah dilahirkannya? Apakah ikut “terkubur” seiring meninggalnya novelis kelahiran Blora, 6 Februari 1925 itu? Jawabnya, “Tidak!” Continue reading “Goenawan Nilai Pram Egois”

Bahasa ยป