“Simpan Golokmu, Asah Penamu”

Sukar
radarbanten.com

Toto ST Radik tak hendak berpuisi. Tapi, rangkaian kata-kata itu ia jadikan simbol gerakan membangun budaya literasi di Banten. Kini telah lahir penulis-penulis muda dengan segudang karya dan prestasi. Kebangkitan budaya literasi di Banten?
***

Budaya literasi di Banten sebenarnya memiliki sejarah panjang. Di era Kesultanan Banten, Desa Kasunyatan pernah menjadi pusat pengajian (sekaligus pengkajian) bagi para ulama dalam membedah kitab-kitab agama. Dan puncak kejayaan budaya literasi di ranah Banten terlihat dari produktivitas Syekh Nawawi Tanara yang menghasilkan ratusan kitab, yang hingga kini menjadi rujukan kaum santri, pelajar, dan mahasiswa di berbagai negara. Continue reading ““Simpan Golokmu, Asah Penamu””

Menyelami Dunia Aksara Keraton

Cahyo Junaedy
http://www.ruangbaca.com/

Koleksi naskah kuno Pakualaman dibukukan. Sebuah upaya mendokumentasikan masa lalu melalui aksara.
Ruangan itu kusam. Lampu neon yang menjadi pelita utama di ruang berukuran 3 x 4 meter pun sudah temaram. Penglihatan sedikit tertolong lantaran cahaya mentari yang menerobos masuk melalui kisi-kisi jendela. Di dalam, hampir seluruh permukaan dinding tertutup rak-rak buku sederhana. Tingginya seukuran orang dewasa. Dalam perut rak, berjajar ratusan buku beragam jenis dan ukuran. Continue reading “Menyelami Dunia Aksara Keraton”

Toni Morrison, Si Hitam yang Jadi Pionir

Rita Nariswari
ruangbaca.com

Kalau hendak mencari perempuan Afro-Amerika yang piawai dalam dunia menulis, maka Toni Morrison patut dilirik. Penulis ini terkenal dengan sebutan novelis kulit hitam terbaik di Amerika. Bahkan ada sederetan penghargaan yang membuat perempuan ini menjadi pionir di bidangnya. Di antaranya pada 1993, ia menjadi wanita Afro-Amerika pertama yang memperoleh Nobel untuk sastra dan perempuan Amerika pertama yang dianugerahi penghargaan itu setelah Pearl S. Buck pada 1938. Continue reading “Toni Morrison, Si Hitam yang Jadi Pionir”

STA, Perangkum Semua Kebudayaan

Aulia A Muhammad
suaramerdeka.com

INDONESIA hari ini, juga Indonesia akan datang, tidak dibangun dalam satu hari, juga tidak oleh satu orang. Meski, untuk peletak dasar kebudayaan, ada satu orang yang namanya tak mungkin dihapuskan. Dialah Sutan Takdir Alisjahbana, yang namanya biasa disingkat STA.

Takdirlah yang dengan serius memikirkan kebudayaan Indonesia. Tak hanya melalui Polemik Kebudayaan -yang sampai kini masih acap dibicarakan- dan Majalah Pujangga Baru yang semua dia garap dengan sangat serius, tapi juga upayanya menjadikan bahasa Indonesia menjadi sebuah bahasa modern. Continue reading “STA, Perangkum Semua Kebudayaan”

Kluet, Tenggelam dalam Sejarah

Herman Rn
http://sosbud.kompasiana.com/

KABUPATEN Aceh Selatan dengan ibukotanya Tapaktuan merupakan salah satu kota sejarah di Provinsi Aceh. Banyak situs budaya yang layak dijadikan objek wisata islami di daerah itu. Sayangnya, semua terkesan ?tenggelam? atau hilang seiring waktu.

Tak hanya objek wisata, sejumlah suku, bahasa, termasuk wilayah pun terkesan dilupakan. Sebut saja di antaranya suku dan wilayah Kluet. Suku Kluet merupakan satu di antara dua suku lainnya?Aceh dan Aneuk Jamee?yang hidup di wilayah Aceh Selatan. Suku ini umumnya terdapat di wilayah Kluet Utara, Kluet Timur, Kluet Tengah, dan Kluet Selatan. Continue reading “Kluet, Tenggelam dalam Sejarah”

Bahasa ยป