Frans Sartono, Sri Rejeki
http://oase.kompas.com/
Pada musim kemarau tahun 1940 saya melihat Bengawan Solo kering airnya, padahal pada musim hujan airnya berlimpah. Dua keadaan yang sangat berlainan ini memberikan kesan yang dalam sekali bila dihubungkan dengan kehidupan manusia dan alam. Dimulai dengan senandung, saya goreskan pensil pada secarik kertas bekas pembungkus rokok dan terciptalah ?Bengawan Solo?.? Continue reading “Gesang, Keroncong Pencatat Zaman”
