Gesang, Keroncong Pencatat Zaman

Frans Sartono, Sri Rejeki
http://oase.kompas.com/

Pada musim kemarau tahun 1940 saya melihat Bengawan Solo kering airnya, padahal pada musim hujan airnya berlimpah. Dua keadaan yang sangat berlainan ini memberikan kesan yang dalam sekali bila dihubungkan dengan kehidupan manusia dan alam. Dimulai dengan senandung, saya goreskan pensil pada secarik kertas bekas pembungkus rokok dan terciptalah ?Bengawan Solo?.? Continue reading “Gesang, Keroncong Pencatat Zaman”

Sepeninggal Gesang di Waktu Petang

Wuryanti Puspitasari
oase.kompas.com

“Bengawan Solo, riwayatmu ini, sedari dulu jadi, perhatian insani,” Puluhan remaja menyanyikan lagu Bengawan Solo dengan syahdu dari atas kursi roda. Keterbatasan fisik tidak menyurutkan gairah mereka, melantunkan hingga habis lagu peninggalan maestro kerongcong, Gesang.

Mereka berderet-deret disamping rumah duka bersama puluhan orang lainnya untuk melepas kepergian sang legenda. Di bagian punggung seragam sekolah yang mereka kenakan, terpampang tulisan Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB YPAC) Solo. Continue reading “Sepeninggal Gesang di Waktu Petang”

Gesang, Si Pemilik Kesederhanaan…

Jodhi Yudhono
http://oase.kompas.com/

Pernah pada tahun 1997 saya bertemu dengan maestro keroncong Gesang di rumahnya, Jalan Bedoyo Nomor 5, Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo.

Hari masih sore ketika saya yang saat itu bekerja pada sebuah majalah menemuinya. Usianya kala itu sudah 80 tahun, tapi kesegaran masih nampak di wajahnya. Dengan antusias, beliau bercerita banyak tentang masa lalunya yang gemilang saat zaman menjelang kemerdekaan ketika kala itu darinya lahir lagu-lagu abadi yang masih dikenang dan dinyanyikan hingga kini. Continue reading “Gesang, Si Pemilik Kesederhanaan…”

Empat Cerpenis Luncurkan Antologi Cerpen

Susianna
suarakarya-online.com

Meskipun komunikasi cerita melalui dunia maya semakin marak, namun cerita pendek (cerpen) dalam bentuk buku atau antologi tetap berkembang. Paling tidak bisa dilihat pada peluncuran kumpulan cerita pendek empat cerpenis bertajuk “Tukang Bunga & Burung Gagak”, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, belum lama ini. Continue reading “Empat Cerpenis Luncurkan Antologi Cerpen”

Pengadilan Puisi: Diskusi Sastra Lucu tapi Serius?

Kurniawan Junaedhie *
suarakarya-online.com

Pengadilan Puisi yang digelar di oleh komunitas Tangerang Serumpun awal Maret lalu bukan hal baru. Ini hanya mengingatkan pada serangkaian peristiwa budaya sejenis yang sudah banyak digelar tanah air. Sebutlah Pengadilan Puisi Yayat Hendayana pada tahun 2005 dan Pengadilan Puisi yang diselenggarakan di Taman Budaya Jawa Timur pada tahun 2002. Sesuai namanya, semua acara ini, meski menyajikan materi yang serius, lebih sering mengundang tawa. Continue reading “Pengadilan Puisi: Diskusi Sastra Lucu tapi Serius?”

Bahasa ยป