Membaca “Realisme” Emha

Muhammad Al-Fayyadl
sinarharapan.co.id

Nama Emha Ainun Nadjib dalam jagat kepenulisan kita sudah tak asing lagi. Ratusan kolom dan belasan buku telah lahir dari tangannya, termasuk sejumlah besar feature yang ditulisnya untuk media massa. Namun, dari sekian banyak tulisannya, orang mungkin akan mencatat bahwa karya Emha di bidang penulisan cerpen jauh lebih sedikit dibanding puisi atau esai-esainya, meski tak kalah fenomenal. Cerpen-cerpen yang ditulisnya merentang dari tahun 1977 sampai 1982, masa-masa awal ketika Emha baru memulai kariernya sebagai penulis. Segenggam cerpen itu, yang kini telah terbit dalam antologi tunggal BH (2005), menunjukkan dengan jernih bagaimana Emha berevolusi menjadi penulis yang benar-benar matang dalam mengolah kata-kata. Continue reading “Membaca “Realisme” Emha”

“Perempuan” dalam Lingkaran Pertanyaan

Maroeli Simbolon *
sinarharapan.co.id

Apakah yang dirasakan seorang perempuan tua yang ditinggal pergi oleh ketiga anak kandungnya yang berseberangan dengan kekuasaan? Seberapa berat beban batin yang ditanggungnya seorang diri? Dan masih adakah keadilan di hari esok? Pertanyaan-pertanyaan sejenis inilah yang ingin disampaikan Aisah Bashar dalam pementasan monolog Perempuan di Teater Kecil, TIM, 17 Mei 2005. Continue reading ““Perempuan” dalam Lingkaran Pertanyaan”

Wajah Lokal dalam Pulasan Kontemporer

Yudi Wijanarko
http://www.sinarharapan.co.id/

Rob atau luapan air laut yang mengejar ke daratan, bagi warga Kota Semarang atau kota pesisir lainnya, dianggap menjengkelkan. Bahkan banyak warga yang memaknainya sebagai bencana.

Akibat rob, misalnya, banyak kampung yang ?hilang? terendam. Pemilik kendaraan bermotor jengkel karena keropos menggerogoti kendaraannya. Pemilik rumah bahkan berlomba meninggikan lantai kediamannya. Pendeknya, rob itu musuh bersama! Continue reading “Wajah Lokal dalam Pulasan Kontemporer”

Bahasa Tegal dan Tradisi Tulis

Suriali Andi Kustomo
suaramerdeka.com

TIGA belas tahun yang lalu, saya memberi kata pengantar buku Roa, sebuah buku karya sastra terjemahan. Namun bukan buku terjemahan sastra asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya – dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, Perancis, Jepang, atau bahasa lain sebagaimana karya Pramoedya Ananta Toer, Ahmad Tohari, Mochtar Lubis, Goenawan Mohamad, dan sastrawan Indonesia lainnya. Continue reading “Bahasa Tegal dan Tradisi Tulis”

Mengupas Kearifan Lokal, Media, dan Wisata Sastra

TEMU SASTRA NUSANTARA IV
Slamet Rahardjo Rais
http://www.suarakarya-online.com/

Karya sastra tradisional, sebagai potensi budaya local mampu memberi kontribusi dalam membangun sastra Nasional. Dan sastra lokal yang merupakan “genius local” sebenarnya memiliki nilai-nilai universal. Karena itu dalam membangun sastra Nasional, sudah sepatutnya ada langkah usaha mengembangkan sastra lokal yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Continue reading “Mengupas Kearifan Lokal, Media, dan Wisata Sastra”

Bahasa ยป