Ungkapkan Rindu Melalui Doa, Puisi, dan Romantika

Muhammad Tazli
http://www.hariansumutpos.com/

Si Burung Merak kini telah kembali ke hutan. Ke alam yang lebih bebas baginya untuk terbang. Tinggallah bulu-bulu indahnya, bersama kita di sini. Sesuatu yang sulit untuk dilupakan maupun dihilangkan.

Kita akan merasa memiliki setelah sesuatu telah hilang. Ungkapan ini tampaknya boleh dipinjam untuk hal ini. Ialah WS Rendra. Para sastrawan sangat kehilangan dengan meninggalnya ?Bapak Teater Modern Indonesia? tersebut. Sebagai bentuk untuk menyampaikan hasrat rindu, sastrawan Medan menziarahi karya Rendra seraya memanjatkan doa untuk mengenangnya. Continue reading “Ungkapkan Rindu Melalui Doa, Puisi, dan Romantika”

KISAH BANGSA AMBURADUL

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Di kedalaman akrab, bangsa yang sangat kurasakan. Timbullah kesangsian, keraguan mempertanyakan, membentuk kabut tak menyatukan kesadaran, melambung ke atas kejadian rekaman jauh tidak karuan. Di suatu dataran bersinambung danau lautan keindahan, damai dalam kurun masa-masa, di mana penduduk kepulauan tersebut terikat kesatuan adat-adat. Continue reading “KISAH BANGSA AMBURADUL”

Bencana Sastra Kita

Cunong N. Suraja
http://oase.kompas.com/

Sastra Kita-kita
Apa yang dapat dikatakan dalam kelompok sastra kita kita? Apakah sastra Cyber? Termasuk dalam sastra cyber adalah sastra facebook. Di mana sastra facebook akan didudukan dalam sastra Indonesia atau di sastra dunia?

Semua pertanyaan ini seperti gempa yang melanda Indonesia. Kita kita perlu revolusi seperti pernyataan Bung Karno dulu atau kita kita hanya perlu reformasi saja. Ternyata sampai saat ini kita kita hanya berkutat di sastra facebook yang siap jadi sastra kuda karena banyak penunggangnya. Continue reading “Bencana Sastra Kita”

Bahasa ยป