Penulis Jerman Hertha Mueller Raih Nobel Sastra 2009

Kodrat Setiawan
tempointeraktif.com

Stockholm – Herta Mueller, warga Jerman beretnis minoritas Rumania yang teraniaya karena karya kritisnya di bawah pemerintahan tangan besi, memenangkan Hadiah Nobel Sastra, Kamis (8/10). Terpilihnya Mueller bertepatan dengan peringatan 20 tahun runtuhnya komunisme.

Menurut Akademi Swedia yang memberikan Nobel Sastra, Mueller berhak menyabet hadiah tersebut karena karyanya yang ‘berkonsentrasi pada puisi dan prosanya yang jujur, menggambarkan lanskap orang tak berpunya’. Continue reading “Penulis Jerman Hertha Mueller Raih Nobel Sastra 2009”

KEMENYAN DAN KEKUASAAN

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Tradisi seakan lahir dari kesamaan hobi. Ini tampak ringan, namun marilah terbang setinggi awan, membanjiri kota sebab individualitasnya, atau murka tuhan tak lekang dari pandangan. Setelah kesamaan kehendak bersepakat, yang menonjol dijadilah tetua. Jika mukanya pada gelap, yang berdahi cemerlang didaulat memimpin, dengan pemberian kemenyan sampai gandaruwo (begundal) mengamini. Continue reading “KEMENYAN DAN KEKUASAAN”

Pendekatan Kolaboratif Memartabatkan Anak Bangsa

Antara Masyarakat Sekolah dengan Masyarakat di Luar Sekolah
I Nyoman Tingkat*
http://www.balipost.co.id/

SAYA BERSURKUR kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada pengunjung 2006, saya bisa mengikuti dua kegiatan berskala regional, yaitu Temu Sastra II Mitra Praja Utama (MPU) di Inna Beach Hotel Sanur (12-15 Desember 2006) dan Pelatihan Lesson Study di Hotel Jayakarta Legian (15-19 Desember 2006). Kegiatan pertama, temu sastra tingkat regional yang diikuti oleh sepuluh provinsi yang tergabung dalam wadah MPU (Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT) telah mempertemukan saya dengan para sastrawan di berbagai daerah. Continue reading “Pendekatan Kolaboratif Memartabatkan Anak Bangsa”

9 Pertanyaan untuk Eka Kurniawan: Manfaatkan Cyber sebagai Media Sastra

Grathia Pitaloka
jurnalnasional.com

NAMA Eka Kurniawan sering disebut-sebut sebagai magma baru dunia sastra Tanah Air. Kepiawaiannya dalam memadu kata membuat Eka menuai banyak pujian. Tetapi, segala sanjungan itu tak lantas membuat lulusan Filsafat Universitas Gajah Mada ini menjadi besar kepala, ia malah memanfaatkannya sebagai alasan untuk terus menginjak bumi. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Eka Kurniawan: Manfaatkan Cyber sebagai Media Sastra”

Bahasa ยป