Masjid Raya Al-Mashun, Kemegahan Raja Deli

Masjid ini dibangun saat Sultan Mamun al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX berkuasa.

Roby Karokaro
http://www.jurnalnasional.com/

MASJID Raya Al-Mashun namanya. Terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Dibangun 21 Agustus 1906 dan dibuka untuk umum 10 September 1909 M, hingga saat ini masjid ini berdiri kokoh sebagai lambang kemegahan Kerajaan Sultan Deli pada masanya. Masjid ini dibangun saat Sultan Mamun al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX berkuasa. Dengan anggaran sebesar satu juta gulden, seluruh biaya pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh Sang Sultan. Continue reading “Masjid Raya Al-Mashun, Kemegahan Raja Deli”

Mudik Melampaui Fenomena Sosial

Ismatillah A. Nu’ad
http://www.jurnalnasional.com/

Sudah lazim dan menjadi tradisi masyarakat Islam di Indonesia, di hari-hari mendekati lebaran, masyarakat muslim melakukan mudik pulang ke kampung halaman masing-masing. Mudik ternyata bukan saja fenomena fisik, dimana banyak orang melakukan perjalanan pulang ke kampung.

Tradisi itu juga menyimbolkan fenomena “metafisik”, dalam arti sejauh-jauhnya orang melakukan pengembaraan, pada akhirnya akan kembali ke habitatnya sebagai manusia makhluk ciptaan Tuhan. Continue reading “Mudik Melampaui Fenomena Sosial”

Idul Fitri, Saling Memaafkan dan Kemajemukan

Said Aqiel Siradj*
http://www.jurnalnasional.com/

Bulan Ramadhan akan berlalu. Kini, saatnya kita merayakan Idul Fitri atau dalam tradisi kita disebut lebaran. Pada momentum ini kita tersadarkan bahwa kita kembali pada fitrah kita yang suci. Ini adalah pembuktian bahwa manusia selalu memiliki kecenderungan pada kebaikan dan kebenaran dengan fitrah awalnya yang bersifat alami. Dan kejahatan, kekerasan atau terorisme pada dasarnya bertentangan dengan fitrah manusia, karenanya tidak alami. Continue reading “Idul Fitri, Saling Memaafkan dan Kemajemukan”

Lompatan Besar Kesusastraan

2008 Ubud Writers & Readers Festival
Triyanto Triwikromo
http://suaramerdeka.com/

SEJAK 14 Oktober, 2008 Ubud Writers & Readers Pestival (UWRF) yang diselenggarakan di Ubud, Bali, dimulai. Tak kurang 120 pengarang dari 20 negara meramaikan acara sastra internasional.

Di antaranya Vikram Seth (penulis Two Lives dari India-Inggris), Camilla Gibb (pengarang Mouthing the Words dari Kanada), Preeta Samarasan (penulis Evening is the Whole Day), dan Andrea Hirata (penulis Laskar Pelangi dari Indonesia). Continue reading “Lompatan Besar Kesusastraan”

Pembibitan Sastra di Banyumas

Teguh Trianton*
http://suaramerdeka.com/

KONON, faktor utama yang menyebabkan terjadinya stagnasi kesusastraan di Banyumas adalah rendahnya budaya kritik sastra. Setidaknya, inilah penilaian Abdul Wachid BS, sastrawan dan kritikus Yogyakarta yang konsen menggiatkan dan kehidupan bersastra di Banyumas. Ia banyak terlibat diskusi sastra dengan sastrawan muda Banyumas, juga merintis penerbitan sastra di STAIN Purwokerto.

Menurut Wachid, rendahnya budaya kritik bukan hanya terjadi di kalangan sastrawan, melainkan yang lebih akut juga melanda para kaum kritikus di kalangan akademis. Continue reading “Pembibitan Sastra di Banyumas”

Bahasa ยป