Aura Candi Seribu Buddha

Heru C.N.
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pada mulanya Borobudur adalah bangunan suci untuk peribadatan. Spiritualitas apa yang bisa digali untuk masa depan?
AURA spiritual Borobudur pernah menjadi magnet bagi masyarakat. Seorang pengamat budaya Jawa, Suryanto Sastroatmodjo, menggambarkan kuil tersebut sebagai obyek turisme sekaligus ziarah spiritual pada 1950-an. Dalam bukunya Menyingkap Tabir Misteri Borobudur, ia melukiskan fragmen-fragmen yang menyentuh di hari-hari tertentu. Sekelompok pengunjung dari berbagai usia bertafakur berjam-jam di kaki candi, lalu berjam-jam pula menyusun jari sesembahan di antara stupa-stupa besar. Kadang ada peziarah yang bertafakur dengan air mata menetes. Kadang ada sepasang suami-istri yang menciumi stupa berbentuk genta seraya menatap keteduhan dan kedamaian wajah sang Buddha. Continue reading “Aura Candi Seribu Buddha”

Suramadu

D. Zawawi Imron
jawapos.com

Inilah jembatan yang terpanjang di Indonesia, ”Suramadu” yang terentang antara kota Surabaya dan Pulau Madura, telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Juni lalu. Banyak orang kagum, banyak orang gembira, dan berbagai harapan sepertinya ditumpahkan pada jembatan itu. Ada yang menyebut jembatan perekonomian, jembatan industrialisasi, dan jembatan pariwisata untuk merambah Madura. Semua itu, tentu baik, asalkan untuk kesejahteraan bersama. Continue reading “Suramadu”

Ludruk Karya Budaya, Cermin Yang Hidup

Jabbar Abdullah*
http://id-id.facebook.com/people/Jabbar-Abdullah/1020385855

Marsudyo wong cilik biso gumuyu (Berupayalah membuat orang kecil bisa tersenyum)– Semar —

Segala yang menjadi perhatian sudah barang tentu memiliki ?sesuatu? yang menarik dan patut untuk disimak. Begitu pula ketika membincangkan Ludruk Karya Budaya (LKB) yang menurut saya telah menjadi ?legenda hidup? sebagai salah satu ludruk yang ?mungkin? tertua dan pernah ada di Jawa Timur yang mampu bertahan hidup selama 40 tahun. Berangkat dari hasrat dan adanya ?sesuatu? yang menarik itulah tulisan ini dimunculkan dengan maksud untuk menyelami lebih dalam proses kreatif LKB dalam melangsungkan tugas berkeseniannya untuk menjadikan kesenian ludruk lebih bermartabat dan terhormat serta bukan hanya sekadar hiburan saja. Continue reading “Ludruk Karya Budaya, Cermin Yang Hidup”

Menata Ulang Festival

Arief Junianto
http://www.surabayapost.co.id/

Puluhan festival seni di Surabaya terjadi hampir setiap tahun. Namun tahun ini terjadi kekosongan penyelenggaraan. Sebaiknya penyelenggaraan festival perlu ditata ulang.
Dalam setahun, bisa dipastikan Surabaya digelontor oleh berbagai festival. Yang terpenting bisa disebut, Festival Seni Surabaya, Festival Cak Durasim, Surabaya Full Music, Festival Teater Pelajar, Bienalle Seni Rupa Jawa Timur (dua tahunan). Selain itu ada berbagai festival yang bersekala kecil dan berorientasi pada produk budaya tertentu, seperti festival ludruk, festival remo, festival teater remaja, festival puisi, dll. Festival yang disebut terakhir hadir secara fluktuatif (baca : tidak tentu). Continue reading “Menata Ulang Festival”

Bahasa ยป