PENOLAK ATAU PENGUNDANG BALA

Samsudin Adlawi

Pada 26 Desember 2004, Aceh digulung tsunami. Sedikitnya 126.000 orang tewas dan ribuan yang lain hilang. Lima puluh persen bangunan di Banda Aceh luluh lantak. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Secara spontan, baik sendiri maupun berjamaah, semua anak bangsa ini berdoa semoga “kiamat kecil” itu menjadi bencana yang terakhir di tanah air. Continue reading “PENOLAK ATAU PENGUNDANG BALA”

WISATA DI SEPUTAR TUGU MONAS

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tugu Monumen Nasional (Monas), kini tampil dengan wajah baru. Penataan interior taman tampak memancarkan kenyamanan. Pagar setinggi hampir dua meter yang mengelilingi kompleks Monas menjadikan kawasan itu bebas pedagang asongan. Ternyata, tujuannya bukan sekadar itu. Sekelompok menjangan yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor, berkeliaran bebas di sekitar Tugu Monas. Sementara, emas seberat 100 kg yang tegak berkilau di puncak Monas, seperti ikut terkesima. Jika pagi hari, banyak orang berolahraga santai di sana. Continue reading “WISATA DI SEPUTAR TUGU MONAS”

Membaca Kelembutan Sajak-Sajak Ai Ali

http://id-id.facebook.com/nurelj
Nurel Javissyarqi*

Saya menemukan sajak-sajaknya semacam perasan getah nalar yang terejawantah naluri sanubari. Kejernihan cermin memantulkan wajah-wajah para penyimaknya, suatu tuntunan dari belahan kaidah-kaidah agama yang sudah diperas saripatinya. Dan menjelma syair-syair perjuangan yang tampak lebih indah dari norma-norma kehidupan.

Saya yakin, semuanya berasal dari jerih payah yang sungguh luar biasa menjaga keuletan, ketulusan yang ditempa hikayat hayatnya. Sehingga ketabahannya menjadikan maklumat begitu sungguh luar biasa, yang sanggup dipetik anak-anak muda, dapat diambil para pujangga. Continue reading “Membaca Kelembutan Sajak-Sajak Ai Ali”

Bahasa ยป